Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pekerja Pom Bensin di Jerman Ditembak Mati Gara-gara Ingatkan Pelanggan Pakai Masker

Seorang warga Jerman ditangkap setelah diduga melakukan penembakan kepada seorang pekerja di pom bensin hingga meninggal dunia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Arif Fajar Nasucha
zoom-in Pekerja Pom Bensin di Jerman Ditembak Mati Gara-gara Ingatkan Pelanggan Pakai Masker
Kompas.com
Ilustrasi penembakan. Seorang warga Jerman ditangkap setelah diduga melakukan penembakan kepada seorang pekerja di pom bensin hingga meninggal dunia. 

Tersangka melarikan diri dengan berjalan kaki dan menyerahkan diri di kantor polisi keesokan paginya pada Minggu.

"Saya terkejut dengan pembunuhan mengerikan terhadap seorang pemuda, yang hanya meminta orang lain untuk mengikuti aturan umum, untuk mempertimbangkan dan menunjukkan solidaritas," cuit politisi Jerman, Annalena Baerbock mengomentari insiden ini.

"Saya sangat prihatin dengan radikalisasi Querdenker (gerakan skeptis pandemi Jerman)," tambahnya.

Polisi mengatakan, tersangka menggunakan senjata ilegal dalam penembakan itu.

Menurut penyelidikan, tidak ada indikasi bahwa korban dan pelaku saling kenal sebelum kejadian.

Wali kota Idar-Oberstein, Frank Frühauf mengaku kaget dan kecewa atas kejahatan tersebut.

"Ini adalah tindakan yang sangat tak terbayangkan dan mengerikan yang telah terjadi di sini di Idar-Oberstein," katanya.

Perusahaan bioteknologi Jerman CureVac
Perusahaan bioteknologi Jerman CureVac (TheNews.com.pk)

Baca juga: VIRAL di TikTok Wanita Bagikan Tips Membahagiakan Pria, Berujung Kritik Pedas: Ketinggalan Zaman

Baca juga: Pandemi Covid-19 Terkendali, Angka Kesembuhan 5 Kali Lipat dari Kasus Positif

Rekomendasi Untuk Anda

"Kejahatan seperti itu belum pernah terjadi sebelumnya."

"Akan butuh waktu untuk berdamai dengannya," ujar wali kota.

Querdenken (pemikiran lateral) bermula dari gerakan protes dari sekelompok orang yang menentang kebijakan lockdown terkait pandemi Covid-19 di Jerman.

Menurut Fox News, gerakan Querdenken mencakup orang-orang yang menentang masker dan vaksin, ahli teori konspirasi, dan beberapa ekstremis sayap kanan.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas