Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Lithuania Imbau Warga Buang Ponsel dari China dan Tidak Membelinya, Ini Alasannya

Kementerian Pertahanan Lithuania mengimbau warganya untuk tidak membeli ponsel China, bahkan membuang handphone itu jika memilikinya.

Lithuania Imbau Warga Buang Ponsel dari China dan Tidak Membelinya, Ini Alasannya
Istimewa
ilustrasi bermain ponsel - Kementerian Pertahanan Lithuania mengimbau warganya untuk tidak membeli ponsel China, bahkan membuang handphone itu jika memilikinya. 

TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Pertahanan Lithuania mengimbau warganya untuk tidak membeli ponsel China, bahkan membuang handphone itu jika memilikinya.

Dilansir The Guardian, imbauan ini dilakukan setelah laporan pemerintah menemukan bahwa ponsel China punya kemampuan sensor bawaan. 

Salah satu ponsel pintar China yang banyak dijual di Eropa yakni dari Xiaomi Corp, dilaporkan memiliki kemampuan bawaan untuk mendeteksi dan menyensor sejumlah istilah.

Istilah-istilah yang dimaksud diantaranya "free Tibet", "long live Taiwan independence", dan "democracy movement", jelas National Cyber ​​Centre pada Selasa (21/9/2021).

Baca juga: Lithuania Bikin Kesal China, Sumbangkan Lebih Banyak Vaksin ke Taiwan

Baca juga: Australia Akan Diperkuat Kapal Selam Nuklir, Indonesia Disarankan Merapat ke China

VP Global Xiaomi Hugo Barra memamerkan smartphone Android terbaru Xiaomi, Mi5 di Barcelona, Spanyol, Rabu (24/2/2016).
VP Global Xiaomi Hugo Barra memamerkan smartphone Android terbaru Xiaomi, Mi5 di Barcelona, Spanyol, Rabu (24/2/2016). (KOMPAS IMAGES)

Kemampuan dalam perangkat lunak ponsel Xiaomi Mi 10T 5G telah dimatikan untuk wilayah Uni Eropa.

Kendati demikian, menurut National Cyber ​​Centre Lithuania, perangkat lunak itu dapat dihidupkan dari jarak jauh kapan saja.

"Rekomendasi kami adalah untuk tidak membeli ponsel China baru, dan membuang ponsel yang sudah dibeli secepat mungkin," kata Wakil Menteri Pertahanan, Margiris Abukevicius kepada awak pers.

Laporan pusat siber nasional juga mengatakan ponsel Xiaomi mengirim data penggunaan ponsel terenkripsi ke server di Singapura.

Cacat keamanan juga ditemukan di Huawei P40 5G.

Tetapi hal semacam ini tidak ditemukan di ponsel produksi perusahaan China lainnya yakni dari OnePlus.

Halaman
123
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas