Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Majalah Jepang Tuding Tunangan Putri Mako, Kei Komuro Lakukan Penipuan

Komuro akan kembali ke Jepang Senin (27/9/2021) dan akan mengadakan konferensi pers dengan Putri Mako ketika masa isolasi berakhir.

Majalah Jepang Tuding Tunangan Putri Mako, Kei Komuro Lakukan Penipuan
Richard Susilo
Kei Komuro di New York sedang belajar hukum pengacara 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Majalah Jepang Shukan Bunshun menuding tunangan Puteri Mako, Kei Komuro menggunakan uang orang lain sebesar 2 juta yen sebagai salah satu jaminan aplikasi visa ke Amerika Serikat tahun 2012.

Shukan Bunshun, dirilis pada 22 September 2021 melaporkan tuduhan bahwa visa Kei Komuro palsu ketika ia belajar di luar negeri di University of California pada tahun 2012.

"Saat mengajukan visa pelajar, calon perlu menyerahkan sertifikat saldo ke kedutaan AS, tetapi Kei Komuro meminjam biaya 2 juta yen dari mantan tunangan ibunya, Tuan A," tulis Shukan Bunshun.

Dokumen untuk membuktikan properti kemungkinan telah dilampaui oleh "uang jaminan" sementara.

Dokumen setebal 28 halaman yang dirilis oleh Komuro pada bulan April 2021 memiliki deskripsi seperti itu.

"Saya pernah meminta mantan tunangan untuk sementara mengirimkan 2 juta yen. Ibu saya memberi tahu saya bahwa saya bisa mendapatkan visa dengan aman dan saya ingin mengembalikannya, tetapi mantan tunangan ibu mengatakan kepada saya bahwa akan merepotkan untuk mentransfernya satu per satu, jadi tolong gunakan untuk biaya hidup langsung," kata Kei Komuro.

Dapat dikatakan bahwa ini adalah "pernyataan" yang menunjukkan bahwa aplikasi visa telah dilampaui dengan "uang pertunjukan".

Baca juga: Mengenal Sosok Kei Komuro, Pria yang Membuat Putri Mako Rela Tinggalkan Jepang

"Alhasil, bisa dibilang dia tidak mengembalikannya ke Tuan A dan masuk ke kantong keluarga Komuro, tapi kalau memang benar, bisa dianggap awalnya dia yang mengajukan dengan berpura-pura punya deposito di AS kepada Kedutaan. Jika hal itu terjadi, bisa jadi kesadarannya untuk menjadi pengacara di masa depan akan dipertanyakan," tulis Shukan Bunshun.

Sejak dokumen Komuro ditulis tahun 2021 ini, saya hanya bisa mengatakan bahwa seseorang yang ingin menjadi pengacara memiliki sisi manis.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas