Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Israel Dilanda Gelombang Keempat Covid-19, Kinerja Tim Medis Dinilai Jauh Lebih Baik

Bahkan kerja tim medis kali ini jauh lebih baik jika dibandingkan dengan gelombang pandemi sebelumnya.

Israel Dilanda Gelombang Keempat Covid-19, Kinerja Tim Medis Dinilai Jauh Lebih Baik
Bloomberg/Kobi Wolf
Tenaga kesehatan menyiapkan dosis vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BionTech untuk warga di pusat layanan medis Ichilov di Tel Aviv, Israel. 

TRIBUNNEWS.COM, TEL AVIV - Seorang profesor di salah satu rumah sakit terkemuka Israel mengklaim kepanikan terhadap informasi terbaru terkait virus corona (Covid-19) yang disampaikan media Israel sebagian besar 'terlalu berlebihan'.

Ia menegaskan bahwa tim medis saat ini bekerja sangat baik.

Meskipun diakuinya fasilitas layanan kesehatan (Fasyankes) seperti rumah sakit di negara itu kekurangan beberapa peralatan dan staf medisnya.

Bahkan kerja tim medis kali ini jauh lebih baik jika dibandingkan dengan gelombang pandemi sebelumnya.

Dikutip dari laman Sputnik News, Senin (27/9/2021), di Israel gelombang keempat pandemi Covid-19 kini masih berlangsung dan situasinya semakin mengkhawatirkan.

Baca juga: Kasus Covid-19 di AS dan Singapura Melonjak, Rumah Sakit Mulai Kewalahan Tangani Pasien

Meskipun faktanya lebih 3 dari 9 juta warga telah diberikan dosis penguat (booster) vaksin Pfizer.

Sebelumnya, pada hari Minggu kemarin hampir 3.000 pasien baru terdaftar.

Angka ini memang jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan laporan beberapa minggu yang lalu saat Israel melihat lebih dari 10.000 pasien per harinya.

Namun para ahli di negara itu memperingatkan bahwa situasinya masih mengkhawatirkan.

Alasannya adalah karena jumlah kasus dengan kategori gejala parah yang relatif tinggi.

Saat ini ada hampir 700 pasien dengan kondisi seperti itu di seluruh wilayah Israel, jumlah ini cukup besar, bahkan jika dibandingkan dengan gelombang sebelumnya.

Sementara itu, 280 diantaranya dalam kondisi kritis, dengan 25 pasien terhubung ke mesin bantuan pernafasan.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas