Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Konflik di Afghanistan

Taliban Adopsi Konstitusi Monarki Zaman Zahir Shah Yang Diamandemen

Taliban menyatakan untuk sementara mengadopsi Konstitusi Monarki zaman Zahir Shah dan mengamandemennya sesuai hukum Syariah dan prinsip Emirat Islam

Taliban Adopsi Konstitusi Monarki Zaman Zahir Shah Yang Diamandemen
AFP
Seorang anggota Taliban berjalan di Bandara di Kabul pada 13 September 2021. Taliban menyatakan akan mengadopsi Konstitusi Monarki zaman Zahir Shah dan mengamandemennya. 

TRIBUNNEWS.COM, KABUL - Taliban menyatakan untuk sementara akan mengadopsi Konstitusi  yang digunakan di zaman keemasan negeri itu pada tahun 1964.

"Emirat Islam akan mengadopsi Konstitusi masa mantan Raja Mohammad Zahir Shah untuk sementara waktu," kata Penjabat Menteri Kehakiman Taliban, Mawlavi Abdul Hakim Sharaee, Selasa (28/9/2021), seperti dilansir dari The Straits Times.

Konstitusi tersebut hanya digunakan dalam waktu singkat semasa keemasan demokrasi Afghanistan dan telah diamandemen.

Konstitusi tersebut memberikan perempuan hak untuk memilih.

Ia mengatakan, Taliban akan mengamandemen dan membuang elemen-elemen yang tidak sesuai hukum Syariah dan prinsip Emirat Islam.

Baca juga: Rektor Baru Universitas Kabul Pendukung Taliban, Melarang Perempuan Kuliah

Baca juga: Akun Facebooknya Diretas, Presiden Afghanistan Terguling Ashraf Ghani Bantah Dukung Taliban

Afghanistan menikmati periode singkat monarki konstitusional pada masa pemerintahan Raja Mohammad Zahir Shah pada enam dekade lalu, saat negara adidaya belum campur tangan di negara tersebut.

Raja meratifikasi Konstitusi setahun setelah berkuasa pada tahun 1963.

Konstitusi ini mengantarkan hampir satu dekade demokrasi parlementer sebelum ia digulingkan pada tahun 1973.

Konstitusi 1964 memberi perempuan hak untuk memilih untuk pertama kalinya dan membuka pintu bagi peningkatan partisipasi mereka dalam politik.

Namun hal itu diperkirakan tidak akan sesuai dengan pandangan garis keras Taliban.

Baca juga: Taliban Larang Tukang Cukur Pangkas Jenggot Pria, Bisa Ditangkap Jika Melanggar

Baca juga: Amerika Serikat Kutuk Rencana Taliban untuk Lanjutkan Hukuman Amputasi dan Eksekusi di Afghanistan

Halaman
12
Editor: hasanah samhudi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas