Dua Pakar Militer AS Ini Ulas Lompatan Teknologi Militer Cina Berbasis AI
Imajinasi Star Wars menurut para analisis ini akan “menjadi kenyataan” menggunakan teknologi berbasis kecerdasan buatan.
Editor:
Setya Krisna Sumarga
Kedua perang gerombolan, yang bertujuan untuk membanjiri musuh dengan banyak drone cerdas.
Militer Cina sudah memiliki rencana menggunakan semua alat yang tersedia untuk tujuan menyeluruh mengurangi perlawanan musuhnya.
Militer AS menurut Ben Noon dan Dr Chris Bassler harus lebih memahami konsepsi kecerdasan Cina dan upaya PLA untuk mengintegrasikannya ke dalam model perang masa depan.
Kedua pakar itu membuat sejumlah catatan yang sebaiknya dilakukan militer AS menghadapi kemajuan Cina.
Antara lain, AS harus simultan menggabungkan semua operasi menghadapi teknologi Cina agar menghasilkan posisi seimbang.
AS harus meningkatkan fokusnya lebih pada bagaimana menyerang kerentanan jaringan pertempuran musuh dan sistem kontrol komando.
Militer AS juga harus lebih terbuka menghadapi segala upaya perang intelijen Cina. Terakhir, militer AS harus mempersiapkan diri untuk lingkungan perang di masa depan.
Cina percaya diri berlomba menuju dominasi militer masa depan yang memungkinkan penggunaan teknologi kecerdasan buatan.
Namun, menurut kedua pakar ini, masih belum jelas apakah Cina benar-benar berada di puncak pencapaian revolusi dalam urusan militer.(Tribunnews.com/defenceone.com/xna)