Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Royal Family

PM Belanda Sebut Keluarga Kerajaan Boleh Menikah dengan Sesama Jenis Tanpa Takut Takhta Dicopot

Perdana Menteri \Mark Rutte menyebut anggota keluarga kerajaan Belanda kini boleh menikahi pasangan sesama jenisnya tanpa takut kehilangan takhta

PM Belanda Sebut Keluarga Kerajaan Boleh Menikah dengan Sesama Jenis Tanpa Takut Takhta Dicopot
Patrick van KATWIJK / ANP / AFP
Raja Belanda Willem-Alexander, Ratu Maxima (Kanan) dan putri mereka, putri Amalia, Alexia dan Ariane berpose saat mereka merayakan Hari Raja di Istana Huis ten Bosch di Den Haag pada tanggal 27 April 2020. 

TRIBUNNEWS.COM - 20 tahun lalu, Belanda menjadi negara pertama yang melegalkan pernikahan sesama jenis.

Namun bagi anggota keluarga kerajaan, aturannya berbeda.

Aturan menyatakan anggota kerajaan yang ingin menikahi pasangan sesama jenisnya, harus merelakan takhta mereka.

Tetapi kini, aturan itu berubah.

Dilansir The Washington Post, Selasa (12/10/2021), Perdana Menteri Belanda Mark Rutte menyebut putri Belanda, Catharina-Amalia Beatrix Carmen Victoria (17), bisa menikahi seseorang dari jenis kelamin apa pun tanpa takut melepaskan mahkota.

Di Belanda, pernikahan kerajaan harus disetujui parlemen.

Baca juga: Tinggi badan orang Belanda yang dikenal terjangkung di dunia kini menyusut, ilmuwan masih meneliti penyebabnya

Baca: Indonesia Terima 450 Ribu Dosis Vaksin AstraZeneca Donasi Kerajaan Belanda 

Raja Belanda Willem-Alexander, Ratu Maxima (Kanan) dan putri mereka, putri Amalia, Alexia dan Ariane berpose saat mereka merayakan Hari Raja di Istana Huis ten Bosch di Den Haag pada tanggal 27 April 2020.
Raja Belanda Willem-Alexander, Ratu Maxima (Kanan) dan putri mereka, putri Amalia, Alexia dan Ariane berpose saat mereka merayakan Hari Raja di Istana Huis ten Bosch di Den Haag pada tanggal 27 April 2020. (Patrick van KATWIJK / ANP / AFP)

Tetapi Rutte, yang merupakan pendukung lama hak-hak LGBTQ baik di dalam negeri maupun di Eropa, mengatakan waktu telah berubah sejak masalah ini terakhir kali diangkat pada tahun 2000.

"Kabinet ... tidak melihat bahwa pewaris takhta atau Raja harus turun takhta jika dia ingin menikahi pasangan berjenis kelamin sama," tulis Rutte dalam sebuah surat kepada parlemen Selasa.

Halaman
123
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Wahyu Gilang Putranto
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas