Tribun

Asosiasi Sumo Jepang Sosialisasikan Bahayanya Obat Terlarang Bagi Para Pesumo

Apabila pesumo menggunakan narkoba atau obat terlarang, maka mereka akan mengkhianati orang-orang dan kehilangan posisi mereka dalam sekejap.

Editor: Dewi Agustina
Asosiasi Sumo Jepang Sosialisasikan Bahayanya Obat Terlarang Bagi Para Pesumo
Istimewa
Sebuah sosialisasi berupa lokakarya dari Asosiasi Sumo Jepang diadakan untuk mempelajari tentang bahaya obat terlarang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sebuah sosialisasi berupa lokakarya dari Asosiasi Sumo Jepang diadakan untuk mempelajari tentang bahaya obat terlarang.

Petugas polisi yang menjabat sebagai dosen mengungkapkan keprihatinan besar kepada pesumo dan master bahwa jika mereka mencoba narkoba, mereka akan langsung kehilangan posisinya.

Lokakarya ini diadakan pada bulan Juli 2021 oleh Asosiasi Sumo Jepang di Kokugikan di Tokyo sebagai tanggapan atas isu pemecatan Takagenji Satoshi di bekas Makuuchi setelah mengakui penggunaan ganja.

Dalam workshop tersebut, petugas kepolisian dari dinas yang bertugas menindak obat-obatan terlarang di Kepolisian Tokyo bertindak sebagai instruktur dan menjelaskan tentang bahaya dan jenis narkoba.

Dia menekankan bahwa pegulat sumo adalah profesi yang dicintai dan dibesarkan oleh anggota amasyarakat.

Apabila mereka menggunakan narkoba, atau obat terlarang, maka mereka akan mengkhianati orang-orang dan kehilangan posisi mereka dalam sekejap.

Pada tanggal 16 Oktober para pesumo juga belajar tentang tindakan pencegahan saat menggunakan SNS (media sosial).

Pengacara yang menjabat sebagai dosen menekankan pentingnya bersiap diri dalam hal menyebarkan pesan saat posting di media sosial.

Dosen menjelaskan bahwa jika sesuatu terjadi, dia mungkin harus membayar mahal.

Baca juga: PM Jepang Persembahkan Masakaki ke Kuil Yasukuni di Tokyo Jepang

Mantan Yokozuna Hakuho Magaki, yang pensiun dari tugas aktif bulan lalu, juga berpartisipasi di venue dengan setelan baru dan mendengarkan ceramah.

"Saya ingin setiap orang sadar akan obat terlarang dan SNS," kata Shibatayama, Manajer Umum Departemen Hubungan Masyarakat Asosiasi Sumo.

Sementara itu mantan Yokozuna Hakuho Magaki ditanya media apakah dia terbiasa dengan setelan yang dipakainya.

"Saya akan mulai dengan pakaian biasa sebagai masyarakat biasa mulai saat ini," jawab Hakuho kepada pers.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas