Tribun

Geng Haiti Ancam Habisi 17 Sandera Jika Uang Tebusan Tidak Dibayar

Pemimpin geng Haiti mengancam akan membunuh ke-17 sandera jika uang tebusan yang diminta tidak dipenuhi.

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Wahyu Gilang Putranto
Geng Haiti Ancam Habisi 17 Sandera Jika Uang Tebusan Tidak Dibayar
Ricardo ARDUENGO / AFP
Orang-orang berjalan melewati barikade ban yang terbakar selama demonstrasi menentang harga tinggi dan kekurangan bahan bakar di Port-au-Prince, Haiti pada 21 Oktober 2021. 

TRIBUNNEWS.COM - Pemimpin geng Haiti mengancam akan membunuh ke-17 sandera jika uang tebusan yang diminta tidak dipenuhi.

Geng 400 Mawozo menuntut $ 1 juta (sekitar Rp14 miliar) untuk masing-masing 17 misionaris dari Christian Aid Ministries yang berbasis di AS.

Para misionaris itu diculik pada hari Sabtu (16/10/2021) setelah berkunjung di panti asuhan di Port-au-Prince.

FBI sedang bekerja untuk mengamankan pembebasan mereka, menurut Gedung Putih.

Ancaman itu disampaikan dalam sebuah video yang dirilis Kamis (21/101/2021).

Video memperlihatkan pemimpin 400 Mawozo yang berbicara sehari sebelumnya di pemakaman anggota geng yang diduga dibunuh oleh polisi, lapor The Guardian.

Baca juga: Penculikan 17 Misionaris di Haiti, Anggota Geng Minta Tebusan Rp 14 Miliar per Kepala

Baca juga: Pemogokan Umum di Haiti setelah 17 Misionaris Diculik Geng, Jalan-jalan Tampak Kosong

Seorang pria berjalan di dekat ban yang dibakar setelah pemogokan umum yang diluncurkan oleh beberapa asosiasi dan perusahaan profesional untuk mengecam ketidakamanan di Port-au-Prince pada 18 Oktober 2021.
Seorang pria berjalan di dekat ban yang dibakar setelah pemogokan umum yang diluncurkan oleh beberapa asosiasi dan perusahaan profesional untuk mengecam ketidakamanan di Port-au-Prince pada 18 Oktober 2021. (Richard PIERRIN / AFP)

"Saya bersumpah demi guntur jika saya tidak mendapatkan apa yang saya minta, saya akan menembak kepala orang-orang Amerika ini," kata Wilson Joseph.

Joseph juga mengancam Perdana Menteri Haiti Ariel Henry dan Kepala Polisi Nasional Léon Charles saat dia berdiri di depan peti mati sambil menahan beberapa anggota gengnya yang konon tewas dalam bentrokan dengan polisi.

Christian Aid Ministries yang berbasis di Berlin, Ohio menggambarkan kelompoknya sebagai organisasi nirlaba yang berusaha "melayani kebutuhan fisik dan spiritual di seluruh dunia."

Dikatakan di situs webnya bahwa mereka yang diculik berasal dari Amish, Mennonite dan komunitas Anabaptis lainnya di Wisconsin, Ohio, Michigan, Tennessee, Pennsylvania, Oregon dan provinsi Ontario di Kanada.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas