Tribun

Virus Corona

Moderna Laporkan Respons Vaksin yang 'Kuat' pada Anak Usia 6 hingga 11 Tahun

Raksasa farmasi AS Moderna melaporkan 'respons antibodi penetralisir yang kuat' vaksin Covid-19 pada anak usia 6 hingga 11 tahun

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Moderna Laporkan Respons Vaksin yang 'Kuat' pada Anak Usia 6 hingga 11 Tahun
TRIBUNNEWS/Jeprima
Tampak pada gambar vaksin Covid-19 Moderna yang akan menjadi dosis ketiga atau vaksin booster dan jarum suntik bagi tenaga kesehatan di Puskesmas Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Senin (9/8/2021). Penyuntikan dosis ketiga itu dimaksudkan untuk memberikan proteksi tambahan kepada petugas kesehatan, terutama bagi yang merawat pasien Covid-19.?Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan?booster? vaksin untuk tenaga kesehatan (nakes) ditargetkan selesai pada minggu kedua Agustus 2021 dengan jumlah nakes yang menjadi prioritas penerima vaksin sebanyak 1.468.764 orang. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, MASSACHUSETTS - Raksasa farmasi Amerika Serikat (AS) Moderna pada hari Senin waktu setempat melaporkan 'respons antibodi penetralisir yang kuat' vaksin virus corona (Covid-19) pada anak-anak berusia 6 hingga 11 tahun.

Perusahaan itu pun mengaku akan segera menyerahkan data uji coba tersebut ke regulator global.

"Kami didorong oleh profil imunogenisitas dan keamanan mRNA-1273 pada anak-anak berusia 6 hingga di bawah 12 tahun, dan kami senang penelitian ini memenuhi titik akhir imunogenisitas utamanya," kata Kepala Eksekutif Moderna, Stephane Bancel dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu dalam pernyataan resminya, perusahaan ini menyebut data dari uji klinis dengan 4.753 anak dalam rentang usia tersebut menunjukkan respon imun yang kuat, satu bulan setelah pemberian dosis kedua.

Baca juga: Denmark Tetap Catat Rekor Kasus Covid-19 Meski Tingkat Vaksinasinya Tinggi

Dikutip dari laman Channel News Asia, Senin (25/10/2021), Moderna mengatakan sebagian besar efek samping dalam percobaan ringan atau sedang dalam tingkat keparahan, menunjukkan gejala kelelahan, sakit kepala, demam dan nyeri pada area suntikan sebagai efek paling umum.

Vaksin yang digunakan dalam uji coba ini adalah dosis 50 mikrogram, setengah dari kekuatan yang digunakan dalam seri vaksin utama untuk orang dewasa.

ILUSTRASI - Vaksin Moderna.
ILUSTRASI - Vaksin Moderna. (IST)

Dosis ini juga diizinkan untuk digunakan sebagai suntikan dosis penguat (booster).

Menariknya, hasil uji coba ini muncul setelah pesaingnya, Pfizer mengatakan pada pekan lalu bahwa vaksinnya 90 persen efektif dalam mencegah penyakit simtomatik diantara anak-anak berusia 5 hingga 11 tahun.

Baca juga: Terima Bantuan Remdesivir untuk Penanganan Covid-19, Kementerian Kesehatan Beri Apresiasi

Sementara itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS telah memanggil panel penasehat ahli independen untuk bertemu pada Selasa besok demi menentukan apakah akan memberi lampu hijau pada suntikan Pfizer.

Menurut data resmi pemerintah AS, secara keseluruhan sejak awal pandemi, lebih dari 150 anak berusia 5 hingga 11 tahun di negara itu telah meninggal karena Covid- 19.

Pemerintahan Presiden Joe Biden pun mengatakan pihaknya siap meluncurkan vaksinasi untuk 28 juta anak berusia 5 hingga 11 tahun di negara itu, segera setelah vaksin Covid-19 disahkan oleh lembaga sains.

Vaksin Moderna telah disahkan untuk orang dewasa di atas usia 18 tahun, dan baru-baru ini mendapatkan izin untuk penggunaan dosis booster pada beberapa kelompok warga Amerika.

Namun, FDA belum mengizinkan vaksin ini digunakan pada remaja berusia 12 hingga 17 tahun.

Swedia pun telah menghentikan penggunaan vaksin Moderna untuk kelompok usia yang lebih muda setelah ada laporan kasus peradangan pada lapisan jantung (miokarditis) pada orang dewasa muda.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas