Tribun

SOSOK Putri Mako, Keponakan Kaisar Jepang yang Rencana Pernikahannya Ditentang Banyak Orang

Putri Mako, akan segera menikah dengan Kei Komuro. Begini kisah cinta mereka dan alasan pernikahan ini penuh kontroversi

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Garudea Prabawati
SOSOK Putri Mako, Keponakan Kaisar Jepang yang Rencana Pernikahannya Ditentang Banyak Orang
Shizuo Kambayashi / POOL / AFP
File foto ini diambil pada 3 September 2017 menunjukkan Putri Mako Jepang (kanan), putri tertua Pangeran Akishino dan Putri Kiko, melihat tunangannya Kei Komuro (kiri), saat konferensi pers untuk mengumumkan pertunangan mereka di Akasaka East Residence di Tokyo. 

TRIBUNNEWS.COM - Putri Mako, keponakan Kaisar Jepang Naruhito, akan segera menikah dengan seorang pengacara yang juga teman kuliahnya, Kei Komuro.

Pernikahan digelar Selasa, 26 Oktober 2021 setelah keduanya berpacaran beberapa tahun.

Namun, hubungan mereka tidak selalu berjalan mulus.

Dilansir CNN.com, sejak mengumumkan pertunangan pada tahun 2017, Putri Mako dan Kei Komuro seringkali terlibat dalam skandal, penolakan publik, dan kontroversi lainnya.

Beberapa orang Jepang menganggap anak biasa dari orang tua tunggal, tidak cocok untuk seorang putri.

Pandangan miring Komuro dari publik semakin terlihat ketika ia tiba di Jepang dengan rambut panjang diikat ekor kuda.

Sejumlah tabloid menyoroti kuncir kuda Komuro dari setiap sudut, beberapa membandingkannya dengan simpul atas seorang samurai.

Baca juga: Putri Mako Keponakan Kaisar Jepang Akan Pakai Baju Apa Setelah Menikah Saat Jumpa Pers?

Baca juga: 7 Jam Diskusi, Pertanyaan Apa Akan Muncul Saat Jumpa Pers Kei Komuro dan Putri Mako Besok?

Putri Mako di kebun kekaisaran Jepang
Putri Mako di kebun kekaisaran Jepang (Foto Kunaicho)

Di media sosial, beberapa tweet mendukung penampilan barunya, sementara yang lain mengatakan gaya rambut itu tidak cocok untuk pengantin pria dari keluarga kerajaan.

Rambut kuncir kuda mungkin tidak menimbulkan kehebohan di Barat, tetapi orang-orang di Jepang diharapkan mencerminkan status dan peran mereka melalui tindakan dan kata-kata mereka.

Orang-orang Jepang melihat kuncir kuda sebagai tanda bahwa Komuro tidak sesuai dengan harapan sosial, menurut Hitomi Tonomura, seorang profesor studi wanita dan gender di University of Michigan.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas