Tribun

Krisis Myanmar

Jurnalis AS yang Ditahan Junta Myanmar Didakwa Pasal Terorisme dan Terancam Bui Seumur Hidup

Jurnalis Amerika Serikat, Denny Fenster menghadapi dua dakwaan baru, di antaranya pasal terorisme yang mengancamnya penjara seumur hidup.

Penulis: Rica Agustina
Editor: Tiara Shelavie
Jurnalis AS yang Ditahan Junta Myanmar Didakwa Pasal Terorisme dan Terancam Bui Seumur Hidup
Courtesy of the Fenster Family/ AFP
Danny Fenster, 37, adalah redaktur pelaksana Frontier Myanmar. 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang jurnalis asal Amerika Serikat (AS) yang ditahan di Myanmar selama lebih dari lima bulan, Denny Fenster, kini menghadapi dua dakwaan baru.

Fenster didakwa melanggar Undang-Undang Kontra-Terorisme, yang diubah pada Agustus oleh pemerintah militer atau junta Myanmar.

Pengacaranya, Than Zaw Aung, mengatakan Fenster dituduh bertanggung jawab langsung atas tindakan terorisme.

Fenster dapat dihukum penjara selama 10 tahun atau seumur hidup jika terbukti melanggar pasal tersebut.

Dikutip dari AP News, sebelumnya junta mengatakan bahwa pihaknya akan menerapkan Undang-Undang Kontra-Terorisme dengan keras dalam kasus-kasus yang melibatkan organisasi oposisi yang mereka anggap teroris.

Baca juga: Pengadilan Junta Myanmar akan Jatuhkan Vonis kepada Pemimpin yang Dikudeta Suu Kyi Bulan Depan

Bagian lain dari undang-undang tersebut dapat diterapkan pada jurnalis yang menulis tentang organisasi teroris.

Organisasi teroris yang dimaksud yakni kelompok oposisi utama, seperti Pemerintah Persatuan Nasional, yang menganggap dirinya sebagai badan administratif negara yang sah, tetapi dinyatakan sebagai organisasi teroris oleh junta pada bulan Mei.

Sementara itu, dakwaan baru lainnya yang dihadapi Fenster yaitu tuduhan pelanggaran Bagian 124(A) KUHP karena dianggap telah melakukan pengkhianatan.

Dia dapat dijatuhi hukuman penjara selama tujuh hingga 20 tahun jika terbukti melanggar pasal tersebut.

Untuk diketahui, Fenster ditahan di Bandara Internasional Yangon pada 24 Mei saat dia hendak naik pesawat untuk pergi ke daerah Detroit di Amerika Serikat untuk menemui keluarganya.

Baca juga: Dua Sekutu Aung San Suu Kyi Dijatuhi Hukuman Penjara 90 dan 75 Tahun

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
  Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas