Tribun

Konflik di Afghanistan

Krisis Pangan Afghanistan, Taliban Sebut Warisan dari Pemerintahan Sebelumnya

Taliban menyebut krisis pangan di Afghanistan sebagai warisan dari pemerintah sebelumnya, dan menuduh masyarakat internasional gagal penuhi janji

Editor: hasanah samhudi
Krisis Pangan Afghanistan, Taliban Sebut Warisan dari Pemerintahan Sebelumnya
AFP
Anak-anak berjemur di bawah sinar matahari di samping tembok di sepanjang jalan di Distrik Nad Ali, Provinsi Helmand, Afghanistan pada Rabu (10/11/2021) 

TRIBUNNEWS.COM, KABUL – Wakil Menteri Kesehatan Taliban Abdul Bari Omar mengatakan krisis pangan di Afghanistan adalah warisan dari pemerintah sebelumnya.

Omar bahkan menuduh masyarakat internasional gagal memenuhi janji bantuannya.

"Ada masalah yang sangat penting yang ditinggalkan sebagai warisan dari rezim sebelumnya, dan itu adalah kekurangan gizi," kata Omar pada konferensi pers di Kabul, Senin (15/11/2021).

Dilansir dari Channel News Asia, Omar mengutip angka Program Pangan Dunia yang menunjukkan 3,2 juta anak-anak Afghanistan di bawah usia lima tahun akan kekurangan gizi akut pada akhir tahun.

Ia mengatakan, pemerintah Afghanistan yang didukung AS sebelumnya tidak berbuat cukup untuk mencegah bencana.

Baca juga: Dalam Cengkeraman Taliban, Afghanistan Dinilai Berada di Ambang Kehancuran

Baca juga: Taliban Unjuk Kekuatan, Parade Militer Gunakan Senjata Rampasan dari AS dan Rusia

"Selama dua puluh tahun, sektor kesehatan tetap bergantung pada bantuan asing. Tidak ada pekerjaan dasar yang dilakukan sehingga infrastruktur kesehatan dan sumber dayanya dapat bertahan," katanya.

Menurutnya, donor asing dan organisasi non-pemerintah telah membiayai semuanya. "Tidak ada pabrik yang dibangun, sumber daya dalam negeri belum dimanfaatkan,” katanya.

PBB telah memperingatkan bahwa sekitar 22 juta warga Afghanistan atau setengah dari negara itu akan menghadapi kekurangan pangan "akut" di bulan-bulan musim dingin.

Disebutkan, hal ini terjadi karena efek gabungan dari kekeringan yang disebabkan oleh pemanasan global dan krisis ekonomi yang diperparah oleh pengambilalihan Afghanistan oleh Taliban.

Taliban menggulingkan pemerintah sebelumnya yang didukung AS pada 15 Agustus menyusul serangan kilat ke ibu kota Kabul.

Baca juga: Taliban Larang Penggunaan Mata Uang Asing di Afghanistan, Ekonomi Diambang Kehancuran

Baca juga: Pemimpin G20 Berjanji Bantu Afganistan Tanpa Mengakui Taliban

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas