Tribun

Konflik di Afghanistan

Taliban Larang Sinetron yang Tampilkan Aktor Wanita hingga Rilis Aturan Berjilbab Bagi Presenter

Pemerintah Taliban di Afghanistan mengeluarkan serangkaian 'pedoman agama' pada Minggu (21/11/2021) terkait siaran TV yang menampilkan wanita.

Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Miftah
Taliban Larang Sinetron yang Tampilkan Aktor Wanita hingga Rilis Aturan Berjilbab Bagi Presenter
AFP
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres mengecam Taliban yang tak tepati janji-janjinya kepada wanita dan anak-anak perempuan Afghanistan. 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Taliban di Afghanistan mengeluarkan serangkaian 'pedoman agama' pada Minggu (21/11/2021) terkait siaran TV yang menampilkan wanita.

Aturan yang dirilis Kementerian Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan itu melarang jaringan TV menayangkan sinetron atau drama yang menampilkan aktris wanita.

Selain itu, wartawan dan presenter wanita juga diperintahkan untuk mengenakan jilbab saat siaran.

Kendati demikian, tidak jelas jenis jilbab seperti apa yang dimaksudkan Taliban.

Dilansir BBC, pihak pers menilai beberapa poin aturan itu tidak jelas penafsirannya.

Baca juga: Taliban Larang Televisi Menayangkan Drama dan Sinetron dengan Aktor Perempuan

Baca juga: Taliban Mulai Bayar Gaji Pegawai Negeri Afghanistan yang Telah Jatuh Tempo

Seorang wanita Afghanistan yang tinggal di Yunani memegang bendera Afghanistan selama protes atas pengambilalihan Taliban atas Afghanistan, di Athena pada 18 Agustus 2021.
Seorang wanita Afghanistan yang tinggal di Yunani memegang bendera Afghanistan selama protes atas pengambilalihan Taliban atas Afghanistan, di Athena pada 18 Agustus 2021. (ANGELOS TZORTZINIS / AFP)

Taliban sejatinya telah memberlakukan aturan ketat kepada wanita sejak memerintah Afghanistan di tahun 1990an.

Ketika itu, perempuan dilarang sekolah dan bekerja.

Pada pedoman yang baru dirilis ini, ada delapan aturan baru untuk siaran TV Afghanistan.

Selain yang disebutkan sebelumnya, Taliban juga melarang film yang bertentangan dengan prinsip syariah atau hukum Islam dan nilai-nilai Afghanistan.

Tayangan yang menunjukkan pria memperlihatkan bagian tubuh secara vulgar juga dilarang.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas