Tribun

Virus Corona

Jerman Laporkan Total Kematian Akibat Covid Lewati 100.000 Jiwa

Berdasar angka Robert Koch Institute (RKI), negara yang dikenal sebagai pusat ekonomi terbesar di Eropa mencatat 315 kematian dalam 24 jam terakhir.

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Tiara Shelavie
Jerman Laporkan Total Kematian Akibat Covid Lewati 100.000 Jiwa
Daniel Reinhardt/DPA
Olaf Scholz. Berdasar angka Robert Koch Institute (RKI), negara yang dikenal sebagai pusat ekonomi terbesar di Eropa mencatat 315 kematian dalam 24 jam terakhir. 

TRIBUNNEWS.COM - Jerman tengah disorot dunia karena menjadi episentrum penyebaran virus corona.

Dilansir Al Jazeera, gelombang infeksi di Jerman telah membawa negara itu mencatat kematian akibat Covid-19 melampaui 100.000 jiwa.

Menurut angka dari Robert Koch Institute (RKI), negara yang dikenal sebagai pusat ekonomi terbesar di Eropa mencatat 315 kematian dalam 24 jam terakhir.

Baca juga: Jerman Umumkan Rekor Jumlah Kematian Akibat Covid-19 Melewati 100.000 Orang

Baca juga: Prediksi Menkes Jerman: Akhir Musim Dingin Ini, Ada yang Divaksinasi, Sembuh atau Mati

Menurut angka dari Robert Koch Institute (RKI), negara yang dikenal sebagai pusat ekonomi terbesar di Eropa mencatat 315 kematian dalam 24 jam terakhir.
Menurut angka dari Robert Koch Institute (RKI), negara yang dikenal sebagai pusat ekonomi terbesar di Eropa mencatat 315 kematian dalam 24 jam terakhir. (Freepik)

Sehingga total korban meninggal dunia dari awal pandemi hingga Jumat (26/11/2021) menjadi 100.796.

Sebelumnya Jerman melewati serangan virus corona lebih baik daripada banyak negara Eropa lainnya.

Tetapi, saat ini situasi cukup berbalik, ruang perawatan intensif cepat terisi dengan kasus-kasus positif.

Krisis kesehatan Jerman menimbulkan tantangan bagi pemerintah koalisi yang akan mengambil alih kabinet Angela Merkel bulan depan.

Baca juga: Dihantam Gelombang ke-4 COVID-19, Negara Bagian Jerman Terapkan Pembatasan Lebih Ketat

Pekan lalu, lebih dari 2,5 juta kasus dan hampir 30.000 kematian terkait COVID tercatat di Eropa, menjadikannya wilayah yang saat ini paling parah dilanda virus, menurut penghitungan oleh kantor berita AFP.

"Beberapa rumah sakit sudah menghadapi kelebihan beban akut yang mengharuskan pemindahan pasien COVID-19 ke luar negeri," kata Gernot Marx, kepala Asosiasi Interdisipliner Jerman untuk Perawatan Intensif dan Pengobatan Darurat, kepada AFP.

Kanselir Jerman Angela Merkel tiba untuk menghadiri resepsi tahunan para Uskup Jerman di Berlin pada 27 September 2021.
Kanselir Jerman Angela Merkel tiba untuk menghadiri resepsi tahunan para Uskup Jerman di Berlin pada 27 September 2021. (Fabian Sommer / POOL / AFP)

Baca juga: Jerman, Prancis, dan AS Desak Warganya Tinggalkan Etiopia

Pembatan ketat

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas