Tribun

Virus Corona

Jajak Pendapat Ungkap Orang Amerika Percaya Pandemi Corona Berasal dari Kebocoran Lab Wuhan

Survei Pertahanan Nasional 2021 oleh Institut Ronald Reagan mengajukan sejumlah pertanyaan terkait China dan posisinya dalam kaitannya dengan AS.

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Tiara Shelavie
Jajak Pendapat Ungkap Orang Amerika Percaya Pandemi Corona Berasal dari Kebocoran Lab Wuhan
Hector RETAMAL / AFP
Foto dari udara menunjukkan laboratorium BSL-4 di Institut Virologi Wuhan di Wuhan di Provinsi Hubei Tengah Cina pada 17 April 2020. Laboratorium epidemiologi P4 dibangun bekerja sama dengan perusahaan bio-industri Prancis Institut Merieux dan Akademi Ilmu Pengetahuan China . Fasilitas ini adalah di antara segelintir laboratorium di seluruh dunia yang dibuka untuk menangani patogen Kelas 4 (P4) - virus berbahaya yang berisiko tinggi penularan dari orang ke orang. 

TRIBUNNEWS.COM - Survei Pertahanan Nasional 2021 oleh Institut Ronald Reagan mengajukan sejumlah pertanyaan terkait China dan posisinya dalam kaitannya dengan AS, termasuk salah satunya mengenai asal-usul Covid-19.

"Ketika ditanya tentang teori bahwa virus corona dikembangkan oleh para ilmuwan yang bekerja di laboratorium di Wuhan dan secara tidak sengaja bocor, dan pemerintah China kemudian berbohong tentang hal itu, hampir tiga perempat (72 persen) orang Amerika percaya itu mungkin, dengan 42 persen mengatakan itu sangat mungkin," kata sebuah laporan oleh Institut Reagan, membahas hasil jajak pendapat.

Baca juga: Ilmuwan AS: Kasus Covid-19 Pertama Berasal dari Wanita yang Bekerja di Pasar Wuhan

Baca juga: AS Minta China Bebaskan Jurnalis Wuhan yang Laporkan Wabah Covid-19

Foto dari udara menunjukkan laboratorium BSL-4 di Institut Virologi Wuhan di Wuhan di Provinsi Hubei Tengah Cina pada 17 April 2020. Laboratorium epidemiologi P4 dibangun bekerja sama dengan perusahaan bio-industri Prancis Institut Merieux dan Akademi Ilmu Pengetahuan China . Fasilitas ini adalah di antara segelintir laboratorium di seluruh dunia yang dibuka untuk menangani patogen Kelas 4 (P4) - virus berbahaya yang berisiko tinggi penularan dari orang ke orang.
Foto dari udara menunjukkan laboratorium BSL-4 di Institut Virologi Wuhan di Wuhan di Provinsi Hubei Tengah Cina pada 17 April 2020. Laboratorium epidemiologi P4 dibangun bekerja sama dengan perusahaan bio-industri Prancis Institut Merieux dan Akademi Ilmu Pengetahuan China . Fasilitas ini adalah di antara segelintir laboratorium di seluruh dunia yang dibuka untuk menangani patogen Kelas 4 (P4) - virus berbahaya yang berisiko tinggi penularan dari orang ke orang. (Hector RETAMAL / AFP)

Dilansir Fox News, survei tidak hanya menunjukkan bahwa sebagian besar peserta percaya bahwa pandemi bocor dari laboratorium China, mayoritas dari kedua belah pihak dan independen merasakan hal yang sama.

Dari Partai Republik yang disurvei, 86 persen percaya kemungkinan COVID-19 bocor dari laboratorium Wuhan, sementara 61 persen Demokrat dan 67 persen independen setuju.

Selain itu, mayoritas dari ketiga kelompok sepakat bahwa China harus menghadapi konsekuensi jika terbukti menutupi kebocoran laboratorium.

"Jika teori itu terbukti, 76 persen orang Amerika berpikir China harus membayar ganti rugi kepada negara lain sebagai hukuman, termasuk 82 persen dari Partai Republik dan 72 persen dari Independen dan Demokrat," kata Institut Reagan.

Baca juga: China Akan Uji Puluhan Ribuan Sampel Bank Darah di Wuhan Untuk Selidiki Asal-Usul Covid-19

Baca juga: China Usulkan Pandangan Sendiri Soal Asal-usul Covid-19, Bisa Saja Diimpor ke Wuhan. . .

Dua peneliti dari Institut Virologi Wuhan tengah melakukan penelitian. Laboratorium tersebut disebut meneliti kelelawar dari goa yang diduga merupakan asal patogen virus corona.
Dua peneliti dari Institut Virologi Wuhan tengah melakukan penelitian. Laboratorium tersebut disebut meneliti kelelawar dari goa yang diduga merupakan asal patogen virus corona. (Institut Virologi Wuhan via Daily Mail)

Pertanyaan terkait pandemi lainnya berkaitan dengan kepercayaan publik terhadap pejabat kesehatan.

Hampir setengahnya tidak mengatakan bahwa mereka percaya pada mereka.

"Meskipun mereka menonjol selama fase vaksinasi pandemi, hanya 56 persen orang Amerika yang melaporkan memiliki kepercayaan besar atau kepercayaan pada pejabat kesehatan masyarakat, yang turun 10 poin sejak Februari," kata laporan organisasi itu .

Ini terjadi pada saat 81 persen dari mereka yang disurvei masih khawatir tentang pandemi dan 78 persen takut akan serangan biologis di tanah AS.

Berita lain terkait dengan Pandemi Virus Corona

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas