Tribun

Virus Corona

Jepang Mulai Suntikkan Vaksinasi Booster, Gunakan Vaksin Dalam Negeri Shionogi

Shionogi sedang dikembangkan sebagai "vaksinasi booster" (vaksinasi ketiga) untuk orang-orang yang telah divaksinasi hingga dosis dua.

Editor: Dewi Agustina
Jepang Mulai Suntikkan Vaksinasi Booster, Gunakan Vaksin Dalam Negeri Shionogi
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Papan nama perusahaan Shionogi Pharmaceutical Co Ltd Osaka. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Shionogi Pharmaceutical Co Ltd, sebuah perusahaan farmasi yang berkantor pusat di Osaka, Jepang menggunakan vaksin domestik mulai Desember 2021 ini.

Shionogi sedang dikembangkan sebagai "vaksinasi booster" (vaksinasi ketiga) untuk orang-orang yang telah divaksinasi hingga dosis dua selama 1,5 tahun terakhir ini.

"Shionogi Pharmaceutical" adalah vaksin domestik yang saat ini sedang dikembangkan sebagai inokulasi ketiga untuk orang yang telah divaksinasi dua kali selama setengah tahun memvaksinasi "vaksin Messenger RNA".

Uji klinis menggunakan vaksin Shionogi telah dimulai saat ini.

Dalam studi tersebut, 100 orang yang menerima vaksin Pfizer untuk ketiga kalinya dan 100 orang yang menerima vaksin Shionogi akan dibandingkan untuk mengevaluasi keamanan dan kemanjurannya.

Baca juga: Pekan Ini Pfizer akan Ajukan Otorisasi Suntikan Booster untuk Anak Usia 16 dan 17 Tahun

Sementara ada kekhawatiran tentang penyebaran vaksin yang berkepanjangan di seluruh dunia, seperti infeksi virus mutan baru "strain Omicron" yang dikonfirmasi, perusahaan akan terus membutuhkan pasokan vaksin yang stabil, dan vaksin tersebut diproduksi di dalam negeri Jepang.

"Kami berharap dapat merealisasikan pengembangan vaksin dalam tahun ini," tulis pengumuman.

"Vaksinasi ketiga telah dimulai bulan ini, dan vaksin luar negeri sedang diamankan, tetapi vaksin domestik diperlukan untuk mencapai pasokan yang stabil di Jepang."

Shionogi dan dua perusahaan farmasi dalam negeri Jepang telah mendapat bantuan subsidi miliaran yen dari Kementerian Kesehatan Jepang saat ini untuk segera bisa memunculkan vaksin corona "Made in Japan" dan tantangannya lebih tinggi lagi karena munculnya varian Omicron.

Total bantuan pemerintah untuk berbagai perusahaan vaksin dalam negeri Jepang sebesar 137,7 miliar yen.

Empat perusahaan vaksin Jepang lainnya adalah Shionogi Pharmaceutical, KM Biologics, Daiichi Sankyo, dan AnGes.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas