Tribun

Virus Corona

Studi Awal di AS: Omicron Mungkin Memiliki Kode Genetik Virus Penyebab Flu Biasa

Studi awal di Cambridge menunjukkan virus Corona penyebab Covid-19 dari varian Omicron memiliki kode genetik seperti virus Corona penyebab flu biasa

Editor: hasanah samhudi
Studi Awal di AS: Omicron Mungkin Memiliki Kode Genetik Virus Penyebab Flu Biasa
Justin TALLIS / AFP
Gambar ilustrasi yang diambil di London pada 2 Desember 2021 menunjukkan empat jarum suntik dan layar bertuliskan 'Omicron', nama varian baru covid 19, dan ilustrasi virus. 

TRIBUNNEWS.COM – Hasil penelitian awal menunjukkan virus Corona varian Omicron kemungkinan memiliki materi genetik dari virus penyebab flu biasa, yang membuatnya lebih mudah menular namun tidak seganas varian lainnya.

Dilansir dari UPI, surat kabar Washington Post melaporkan bahwa studi itu menemukan potongan kode genetik yang juga ada dalam virus yang dapat menyebabkan pilek, setelah mereka mengurutkan varian Omicron.

Para peneliti mengatakan mutasi itu bisa berasal dari seseorang yang secara bersamaan terinfeksi virus Corona, SARS-CoV-2, yang menyebabkan Covid-19, dan virus HCoV-229R, yang dapat menyebabkan flu biasa.

Studi ini dilakukan oleh peneliti dari Cambridge oleh perusahaan Nference yang berbasis di Massachusetts. Hasil studi ini belum diterbitkan dan belum direview rekan sejawat.

Venky Soundararajan, salah satu penulis studi tersebut mengatakan, kesamaan mencolok antara Omicron dan HCoV-229E dapat menyebabkan varian tersebut lebih terbiasa dengan inang manusia dan lebih mungkin untuk menghindari respons imun.

Baca juga: Covid-19 Varian Omicron Menyebar di 38 Negara, WHO Sebut Belum Ada Laporan Kematian

Baca juga: Omicron Diprediksi Telah Berada di Tengah Masyarakat dan Berkombinasi dengan Berbagai Mutasi Lain

"Berdasarkan posisi Omicron, virus ini mengambil materi virus corona yang ada, yang menjelaskan bagaimana virus ini hidup dan menular lebih efisien dengan manusia," katanya.

Varian baru virus Corona ini telah menyebar dengan cepat ke seluruh Afrika Selatan, tempat para ilmuwan pertama kali mengidentifikasinya.

Kasus di Provinsi Gauteng, kawasan bisnis yang padat penduduk, telah berlipat ganda setiap tiga hari.

Afrika Selatan juga melaporkan 11.535 kasus Covid-19 baru pada hari Kamis (2/12/2021) lalu, melonjak 35 persen dari hari sebelumnya ketika Institut Nasional Penyakit Menular mengatakan pada hari Rabu bahwa Omicron menjadi varian yang dominan pada bulan November, dengan 74 dari urutan genom.

Sejak saat itu, varian ini telah dideteksi ada di puluhan negara di lima benua.

Baca juga: Ahli Duga Mutasi Varian Omicron Berasal dari Virus Flu Biasa

Baca juga: Covid-19 Varian Omicron Miliki Banyak Mutasi, WHO Sebut Ada Risiko Peningkatan Infeksi Ulang

Di Amerika, varian ini telah ditemukan di 12 negara bagian.

Pejabat kesehatan AS mengatakan, kasus Omicron AS pertama diidentifikasi di California pada hari Rabu lalu dengan kasus tambahan dilaporkan di Colorado, Hawaii, Louisiana, Maryland, Minnesota, Missouri, Nebraska, New Jersey, New York, Pennsylvania dan Utah pada hari-hari berikutnya.

Namun mereka mengatakan bahwa varian Delta tetap menjadi varian yang dominan di negara itu.

"Kami sekarang memiliki sekitar 86.000 kasus Covid di Amerika Serikat yang didiagnosis setiap hari dan 99,9 persen dari mereka adalah varian Delta," ujar Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS Dr Rochelle Walensky, Jumat (3/12/2021) .

"Dan kami tahu apa yang perlu kami lakukan terhadap Delta, dan itu adalah vaksinasi, vaksin booster jika Anda memenuhi syarat dan melanjutkan semua tindakan pencegahan itu termasuk masker," tambahnya. "Dan itu sangat mungkin bekerja melawan varian Omicron." (Tribunnews.com/UPI/Hasanah Samhudi)

Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas