Tribun

Pasien Meninggal Setelah Disuntik, Perawat di Jepang Ditangkap Polisi

Megumi Akama ditangkap karena terbukti menyuntikkan udara berlebihan ke dalam selang infus pasiennya bernama Setsuji Yoshida.

Editor: Dewi Agustina
Pasien Meninggal Setelah Disuntik, Perawat di Jepang Ditangkap Polisi
Istimewa
Rumah jompo di fasilitas untuk lansia di Kota Koga, Prefektur Ibaraki bernama keiyaki no Ie. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Megumi Akama (35), seorang wanita mantan perawat ditangkap polisi Jepang, Rabu (8/12/2021).

Megumi Akama ditangkap karena terbukti menyuntikkan udara berlebihan ke dalam selang infus pasiennya bernama Setsuji Yoshida.

Pasien tersebut meninggal tahun lalu dalam usia 76 tahun.

"Kami masih terus menyelidiki rincian kasus ini, karena sejauh ini tidak ada masalah dengan tempat kerja atau dengan pasien Yoshida yang dikonfirmasi dalam penyelidikan," ungkap sumber Tribunnews.com, Rabu (8/12/2021).

Hubungan dan motif serta alasan pembunuhan masih belum diketahui hingga kini meskipun korban meninggal Juli 2020.

"Selama ini sampai dengan korban meninggal keduanya tampak baik saja, tak ada yang tahu apa sebenarnya motif pembunuhan tersebut. Namun di hari pembunuhan tersebut Akama mengajukan diri untuk pensiun," kata sumber itu.

Peristiwa itu terjadi di rumah jompo di fasilitas untuk lansia di Kota Koga, Prefektur Ibaraki.

Baca juga: Pesawat Tempur F35 Angkatan Udara Bela Diri Jepang Mendarat Darurat di Hakodate

Sejauh ini, tidak ada masalah mencolok yang dikonfirmasi antara mantan staf dan korban, sehingga polisi masih terus menyelidiki detailnya.

Megumi Akama, seorang tersangka berusia 35 tahun di Owada, Kota Koga, Prefektur Ibaraki, menyuntikkan udara ke dalam pembuluh darah Setsuji Yoshida (saat itu 76), yang dirawat di Fasilitas Kesehatan Perawatan Jangka Panjang di Nirei, Kota Koga dengan nama Keiyaki no Ie.

Akama ditangkap kemarin atas tuduhan pembunuhan karena menyuntik dan membunuh lansia itu.

Akama bekerja sebagai pekerja perawatan jangka panjang pada saat itu, sebagai perawat.

Menurut polisi, dia menggunakan alat yang disebut jarum suntik khusus untuk menyuntikkan udara dari tabung infus Yoshida.

Akama telah bekerja di fasilitas itu selama sekitar dua bulan sebelum kejadian, dan dia menawarkan untuk pensiun pada hari kematian Yoshida dan keluar dari fasilitas itu.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas