AS, Inggris, dan Kanada Keluarkan Sanksi Baru untuk Myanmar, Tepat Satu Tahun Setelah Kudeta
Setahun setelah kudeta, Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Kanada memberlakukan sanksi baru terhadap para pejabat di Myanmar.
Penulis: Yurika Nendri Novianingsih
Editor: Pravitri Retno W

Kanada mengumumkan akan menambahkan tiga pejabat peradilan yang sama ke daftar sanksinya.
Baca juga: Junta Myanmar Ajukan 5 Tuduhan Korupsi Baru Terhadap Aung San Suu Kyi
Baca juga: Jokowi Kembali Tegaskan Pentingnya Implementasi 5 Butir Konsensus ASEAN untuk Masalah Myanmar
Sementara Inggris mendaftarkan jaksa agung dan ketua komisi korupsi serta ketua komisi pemilihan Myanmar yang ditunjuk junta, menurut sebuah pernyataan dari Kantor Persemakmuran dan Pembangunan Asing.
Washington juga menambahkan direktorat militer Myanmar yang bertanggung jawab untuk membeli senjata dari luar negeri; seorang tersangka pedagang senjata, Tay Za, dan dua putranya yang sudah dewasa; dan KT Services & Logistics Company Limited dan CEO-nya, Jonathan Myo Kyaw Thaung.
Perusahaan itu, yang menurut Treasury menyewa pelabuhan di Yangon dari perusahaan milik militer seharga US$3 juta per tahun, adalah bagian dari KT Group, konglomerat yang telah melakukan bisnis dengan perusahaan-perusahaan dari Singapura, Thailand, dan Filipina.
(Tribunnews.com/Yurika)
Artikel terkait Myanmar lainnya