Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ketum PBNU: Invasi Rusia ke Ukraina Berdampak Pada Tatanan Internasional dan Dunia Islam

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf merespons konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Ketum PBNU: Invasi Rusia ke Ukraina Berdampak Pada Tatanan Internasional dan Dunia Islam
Tribunnews.com/ Reza Deni
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya memberikan pidato perdana di GSG Universitas Lampung, Jumat (24/12/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf merespons konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina.

Ia khawatir, invasi yang dilancarkan Rusia dapat mengancam keutuhan tata negara dunia saat ini, termasuk berdampak pada dunia Islam.

“Kalau tidak direspons dengan tepat, itu akan berbahaya sekali bagi keutuhan tata negara dunia yang sekarang ini kita miliki,” kata tokoh yang akrab disapa Gus Yahya dalam keterangannya, Kamis (24/2/2022).

Respons dari masyarakat dunia saat ini sangat diperlukan lantaran penyerangan oleh Rusia ke Ukraina berkaitan dengan ketahanan pondasi dari tata dunia yang sudah dibangun oleh masyarakat internasional sejak sesudah Perang Dunia II.  

Menurutnya, invasi yang dilancarkan Rusia itu juga bisa berdampak pada dunia Islam dalam hal-hal yang berkaitan dengan kemapanan perbatasan.

Baca juga: Amanat Konstitusi, LaNyalla Dorong Indonesia Aktif Akhiri Konflik Militer Rusia-Ukraina

Ia menyebut, invasi Rusia ke Ukraina sebagai persoalan pelanggaran perbatasan negara, serupa dengan konstruksi lama yang diterapkan oleh berbagai negara sebelum Perang Dunia II.

Rekomendasi Untuk Anda

“Apakah tatanan dunia pasca perang dunia kedua ini bisa terus kita pertahankan, ini antara lain tergantung pada bagaimana respons masyarakat internasional terhadap apa yang sekarang terjadi di kedua negara tersebut,” ujarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas