Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Kasus Covid-19 Melonjak, WHO Salahkan Eropa karena Terlalu Cepat Cabut Pembatasan

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan beberapa negara Eropa terlalu cepat mencabut pembatasan virus corona.

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Sri Juliati
zoom-in Kasus Covid-19 Melonjak, WHO Salahkan Eropa karena Terlalu Cepat Cabut Pembatasan
Alexander ASTAFYEV / SPUTNIK / AFP
Direktur WHO Eropa Hans Kluge bertemu dengan Perdana Menteri Rusia di Moskow pada 23 September 2020. 

TRIBUNNEWS.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan beberapa negara Eropa terlalu cepat mencabut pembatasan virus corona.

Sebagai hasilnya, kasus Covid-19 di Eropa mengalami peningkatan tajam, yang diperkirakan terkait dengan subvarian BA2 yang sangat menular.

Dikutip The Guardian, Direktur WHO wilayah Eropa, Hans Kluge mengatakan,  Jerman, Prancis, Italia dan Inggris mencabut pembatasan Covid-19 "secara brutal".

Kluge menuturkan iInfeksi virus Corona meningkat di 18 dari 53 negara di kawasan itu.

Baca juga: Kompas Gramedia Berkolaborasi dengan BIN Gelar Vaksinasi Booster untuk Cegah Penularan Omicron BA.2

Baca juga: Kemenkes: Lonjakan Subvarian Omicron BA.2 di Indonesia Terkendali

Direktur WHO Eropa Hans Kluge
Direktur WHO Eropa Hans Kluge bertemu dengan Perdana Menteri Rusia di Moskow pada 23 September 2020.

Dia membeberkan kepada wartawan di Moldova pada Selasa (22/3/2022), lebih dari 5,1 juta kasus baru dan 12.496 kematian telah dilaporkan di wilayah tersebut selama tujuh hari terakhir.

Kasus infeksi yang dilaporkan sering dikaitkan dengan varian BA2, yang menurut para ahli sekitar 30 persen lebih menular.

"Negara-negara di mana kami melihat peningkatan tertentu adalah Inggris, Irlandia, Yunani, Siprus, Prancis , Italia, dan Jerman," katanya.

Berita Rekomendasi

Kluge mengaku optimis tetapi waspada tentang kemajuan pandemi di Eropa.

Baca juga: Vaksin Booster Jadi Syarat Mudik Lebaran, Dokter Paru Ingatkan Jangan Lepas Masker Saat Perjalanan

Pengaruh berbagai faktor

Pakar kesehatan mengatakan lonjakan itu mungkin karena berbagai faktor.

DI antaranya termasuk berkurangnya kekebalan yang ditawarkan oleh vaksin dari waktu ke waktu, tingkat penularan Omicron yang relatif tinggi dan subvarian BA2-nya, dan pelonggaran pembatasan seperti pemakaian masker dan izin akses vaksin ke banyak tempat umum dalam ruangan.

Data WHO menunjukkan jumlah kasus baru Covid di Eropa turun tajam dari puncaknya pada akhir Januari, tapi kembali meningkat sejak awal Maret.

Baca juga: Ahli Epidemiologi Anjurkan Lakukan Percepatan Vaksin Covid-19 Sebelum Akhir Tahun

Kanselir Jerman Olaf Scholz (kiri) berbicara dengan Menteri Kehakiman Marco Buschmann pada awal pertemuan kabinet keamanan di Kanselir di Berlin, pada 23 Februari 2022.
Kanselir Jerman Olaf Scholz (kiri) berbicara dengan Menteri Kehakiman Marco Buschmann pada awal pertemuan kabinet keamanan di Kanselir di Berlin, pada 23 Februari 2022. (MICHELE TANTUSSI / POOL / AFP)

Jerman

Di beberapa negara, jumlah infeksi mencapai rekor baru bahkan ketika sebagian besar pembatasan dicabut.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
×

Ads you may like.

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas