Pernah Jadi Pusat Pandemi Dunia, Spanyol akan Anggap Virus Corona Seperti Flu
Spanyol berencana menganggap infeksi virus corona atau Covid-19 seperti penyakit biasa seperti flu.
Penulis:
Ika Nur Cahyani
Editor:
Sri Juliati
Menurut data Universitas Johns Hopkins, Spanyol mencatat 102.392 kematian dengan Covid-19, dari 11.451.676 kasus yang dikonfirmasi.
Awal Pandemi Covid-19 di Spanyol
Virus corona pertama kali dikonfirmasi penyebarannya di Spanyol pada 31 Januari 2020, setelah seorang turis Jerman dinyatakan positif SARS-CoV-2 di La Gomera, Kepulauan Canary.
Sejak saat itu, tepatnya mulai 26 Februari hingga 12 Maret 2020 terjadi penularan komunitas pertama yang dilaporkan di Andalusia dan dikonfirmasi di Seville.
Pada 13 Maret 2020, kasus corona terkonfirmasi di seluruh 50 provinsi di negara itu.
Setelah itu, pemerintah menetapkan status waspada dan penguncian sementara disusul instruksi agar pekerja non-esensial tinggal di rumah.
Dilansir New York Times pada 13 Maret 2020, Spanyol saat itu memiliki jumlah infeksi virus corona tertinggi kedua se-Eropa, setelah Italia, menyalip Prancis dan Jerman.
Pada 25 Maret 2020, jumlah kematian akibat Covid-19 resmi di Spanyol melampaui China daratan.
Pada 28 Maret, pemerintah Spanyol melarang semua aktivitas yang tidak penting
Lantas, pada 3 April, sebanyak 950 orang meninggal karena virus dalam periode 24 jam, yang mana saat itu menjadi yang terbanyak dibanding negara mana pun dalam satu hari.
Mulai 13 April hingga 1 Mei 2020, Spanyol mulai mencabut beberapa pembatasannya.
Ini karena jumlah kematian menurun dan kasus hanya meningkat 3 persen.
Dalam perjalanannya, pemerintah melonggarkan pembatasan dengan transisi fase mulai dari 0 hingga 3 yang masing-masing berjalan selama dua minggu.
Baca juga: Kasus Covid-19 di China Melonjak, Shanghai Lockdown 9 Hari
Baca juga: Sebaran 3.077 Kasus Corona 27 Maret 2022: Jawa Barat Tertinggi dengan 686 Kasus Baru
Mulai pertengahan Juli-Oktober 2020, Spanyol mengalami kenaikan kasus Covid-19 di sejumlah kota besar.
Pada 7 September 2020, jumlah kasus yang dilaporkan mencapai lebih dari setengah juta, menjadikannya negara kedua di Eropa yang mencapai tonggak sejarah ini setelah Rusia.
Pemerintah memerintahkan penguncian sebagian Madrid pada 1 Oktober 2020 karena meningkatnya kasus.
Pada 21 Oktober 2020, kasus Covid-19 Spanyol tembus 1 juta, pecahkan rekor negara pertama di Eropa Barat yang melampaui angka itu.
(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)