Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ingin Peringati Putin, Para Intelijen Barat Sengaja Buka-bukaan soal Prediksi Perang Ukraina

Ingin peringati Putin bahwa dirinya sedang diawasi, para intelijen Barat sengaja buka-bukaan soal prediksi perang Ukraina.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Inza Maliana
Editor: Miftah
zoom-in Ingin Peringati Putin, Para Intelijen Barat Sengaja Buka-bukaan soal Prediksi Perang Ukraina
Mikhail KLIMENTYEV / SPUTNIK / AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan pertemuan dengan para pemenang hadiah budaya negara melalui tautan video di kediaman negara Novo-Ogaryovo di luar Moskow pada 25 Maret 2022. Presiden Putin pada 25 Maret mengecam Barat karena mendiskriminasi budaya Rusia, dengan mengatakan hal itu seperti upacara pembakaran buku oleh pendukung Nazi pada tahun 1930-an. 

Pejabat administrasi Biden mengatakan, mereka memutuskan untuk secara agresif berbagi intelijen dan mengoordinasikan pesan dengan sekutu utama, termasuk Inggris.

Hal ini karena kekhawatiran AS tentang pergerakan pasukan Rusia pada musim gugur 2021 membuat komunitas intelijen dalam siaga tinggi.

Baca juga: Desas-desus Putin Idap Kanker Tiroid, Wajah Bengkak hingga Mandi dengan Darah Tanduk Rusa

Baca juga: Survei Terbaru Menyebutkan Popularitas Vladimir Putin Naik Menjadi 83% Sejak Invasi ke Ukraina

Bahkan, pada awal November, Presiden Joe Biden mengirim direktur CIA William Burns ke Moskow untuk memperingatkan bahwa AS sepenuhnya menyadari pergerakan pasukan Rusia.

Padahal, biasanya Gedung Putih bungkam tentang perjalanan direktur CIA.

Kedutaan Besar AS di Moskow mengumumkan bahwa Burns telah bertemu dengan pejabat tinggi Kremlin tak lama setelah perjalanannya selesai.

Segera setelah misi Burns di Moskow, para pejabat AS memutuskan bahwa mereka perlu mempercepat pembagian intelijen.

Mereka pun akhirnya berbagi intelijen dengan anggota lain dari aliansi Five Eyes, seperti daari Inggris, Kanada, Australia, dan Selandia Baru serta dengan Ukraina.

Rekomendasi Untuk Anda

Di sisi lain, langkah ini juga terdorong karena kegagalan intelijen masa lalu, seperti klaim palsu Saddam Hussein memiliki senjata pemusnah massal yang digunakan untuk membenarkan invasi pimpinan AS tahun 2003 ke Irak.

(Tribunnews.com/Maliana)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas