Profil Pangeran Hamzah bin Hussein, Putra Bungsu Raja Hussein yang Lepaskan Gelar Kerajaannya
Pangeran Hamzah bin Hussein mengumumkan telah melepaskan gelar kerajaannya, melalui unggahan Twitter, Minggu (3/4/2022). Simak profilnya berikut ini.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Tiara Shelavie
Pangeran Hamzah populer di kalangan orang Yordania karena terlihat mirip dan terdengar seperti mendiang sang ayah.
Pada saat kematian mendadak Raja Hussein karena sakit pada Februari 1999, Pangeran Hamzah masih sangat muda.
Abdullah, putra tertua Putri Muna, istri kedua Raja Hussein naik takhta.
Sesuai amanah sang ayah, Abdullah mengangkat Hamzah sebagai Putra Mahkota.
Baca juga: Yordania Kirim Nota Protes ke Israel Kecam Kekerasan di Yerusalem Timur
Hanya 5 tahun jadi Putra Mahkota
Saat itu, kinghussein.gov.jo menulis, Pangeran Hamzah secara resmi bergelar Putra Mahkota Kerajaan Hashemite Yordania, yang diangkat Yang Mulia Raja Abdullah bin Al Hussein pada 7 Februari 1999.
Posisi itu tidak lama dipegang Hamzah.
Hanya berselang lima tahun, Abdullah mencopot Hamzah dari suksesi pada 2004.
Melalui sepucuk surat kepada saudara tirinya, Raja Abdullah mengatakan posisi simbolis ahli waris "membatasi kebebasan Anda (Pangeran Hamzah) dan mencegah kami untuk mempercayakan Anda dengan tanggung jawab tertentu".
Pada 2 Juli 2009, Abdullah mengukuhkan putra sulungnya Hussein sebagai penggantinya.
Baca juga: Yordania Terima 144.000 Vaksin COVAX yang Didanai Uni Eropa
Menjauh dari kekuasaan teratas Kerajaan Yordania
Hamzah, ayah dari lima putri dan seorang putra, secara bertahap menjauhkan diri dari lingkaran kekuasaan teratas.
Al Jazeera melaporkan, Pangeran Hamzah sering difoto bertemu dengan tokoh suku dan dikenal populer, terutama di kalangan suku dan Tepi Timur Yordania, karena kemiripannya yang luar biasa dengan ayahnya, yang dicintai banyak orang di kerajaan.
Berita lain terkait dengan Pangeran Hamzah
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
Baca tanpa iklan