Abaikan Ancaman Rusia, Swedia dan Finlandia akan Gabung dengan NATO pada Musim Panas Ini
Swedia dan Finlandia kemungkinan akan bergabung dengan NATO pada awal musim panas ini.
Editor: Malvyandie Haryadi
TRIBUNNEWS.COM, BRUSSELS - Swedia dan Finlandia kemungkinan akan bergabung dengan NATO pada awal musim panas ini.
Mengutip seorang sumber, Finlandia disebut akan mengajukan keanggotaannya pada Juni mendatang, sedangkan Swedia akan mengikuti.
Dikutip dari laman TASS, Senin (11/4/2022), pemerintah Swedia dan Finlandia bekerja sama untuk mencapai konsensus tentang masalah ini di dalam negeri.
Namun keputusan akhir akan dibuat oleh masing-masing negara secara independen.
Baca juga: Finlandia dan Swedia Berencana Gabung NATO Bulan Juni Ini, Jadi Target Baru Putin?
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan bahwa kemungkinan keanggotaan NATO untuk Swedia dan Finlandia menjadi salah satu topik yang paling banyak dibicarakan dalam pertemuan para menteri luar negeri NATO pada 6 dan 7 April lalu di Brussels, Belgia.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut, jika Finlandia dan Swedia bergabung dengan NATO, maka Rusia harus 'menyeimbangkan kembali situasi' dengan tindakannya sendiri dalam peringatan terselubung lainnya.
Sebelumnya, anggota Parlemen Rusia Vladimir Dzhabarov juga ikut menanggapi jika Finlandia bergabung bersama NATO.
Ia memperingatkan pengulangan invasi Ukraina yang sebagian dipicu oleh keinginan mereka bergabung dengan NATO.
"Saya pikir itu (akan) menjadi tragedi yang mengerikan bagi seluruh rakyat Finlandia," kata Dzhabarov.
Penunjukan Jenderal Aleksandr Dvornikov
Presiden Rusia Vladimir Putin menunjuk Jenderal Alexandr Dvornikov sebagai komandan perang di Ukraina.
Dikutip Washington Post, Alexandr Dvornikov dikenal memiliki pengalaman luas di wilayah Donbas, Ukraina timur.
Lokasi tersebut menjadi fokus Rusia setelah upaya invasinya gagal merebut Ibu Kota Kyiv dan kota-kota di sekelilingnya.
Masih banyak yang belum diketahui tentang Dvornikov, tetapi pengalamannya di Ukraina timur disebut sebagai elemen kunci dari latar belakangnya.
Baca juga: Suplai Senjata ke Ukraina, Kini Stok Persenjataan Jerman Terancam Menipis
Baca juga: Inggris Janjikan Tambahan Bantuan Militer untuk Ukraina Setelah Kunjungan Boris Johnson ke Kyiv
![Presiden Rusia Vladimir Putin dan Jenderal Alexander Dvornikov](https://cdn-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/vladimir-putin-dan-jenderal-alexander-dvornikov.jpg)