Tribun

Papan Informasi Berbahasa Rusia di Stasiun Kereta Api Dikritik Warga Jepang

Papan informasi menuju Stasiun Roppongi dan Naka Meguro dalam bahasa Rusia itu sempat menuai kritikan dari warga Jepang dan dianggap diskriminasi.

Editor: Dewi Agustina
zoom-in Papan Informasi Berbahasa Rusia di Stasiun Kereta Api Dikritik Warga Jepang
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Papan petunjuk arah menuju Stasiun Roppongi dan Naka Meguro di Tokyo akhirnya ditutup, Kamis (14/4/2022) karena mendapat kritikan keras dari masyarakat Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Operator kereta api Jepang JR East menutupi papan informasi berbahasa Rusia yang dipasang di lokasi Stasiun Ebisu di Tokyo.

Papan informasi itu ditutupi dengan kertas dengan tulisan "sedang dalam koordinasi".

Papan informasi menuju Stasiun Roppongi dan Naka Meguro dalam bahasa Rusia itu sempat menuai kritikan dari warga Jepang dan dianggap sebagai diskriminasi.

"Menanggapi kritik, kami akan kembalikan ke keadaan semula mulai tanggal 15 April ini," papar sumber di JR East, Jumat (15/4/2022).

"Saya minta maaf atas kesalahpahaman ini," katanya.

Sebelumnya JR East telah memasang papan nama dengan tulisan "Nakameguro" dan "Roppongi" dalam bahasa Rusia bagi mereka yang pindah ke Tokyo Metro Hibiya Line di Stasiun Ebisu di Shibuya-ku Tokyo.

Baca juga: Lagi-lagi Kei Komuro Suami dari Keponakan Kaisar Jepang Tak Lulus Ujian Pengacara New York

Setelah dapat banyak kritikan dari masyarakat kemudian menutupi papan nama tersebut dengan kertas.

Menurut JR East, alasannya adalah sejak invasi militer Rusia ke Ukraina, ada banyak suara dari penumpang yang mengatakan bahwa tidak menyenangkan melihat papan informasi tersebut berbahasa Rusia.

Di sisi lain, ada banyak kritik seperti "menyebabkan diskriminasi" di media sosial di Jepang.

"Jadi diputuskan untuk berbalik dan kembali ke keadaan semula mulai tanggal 15 April ini."

JR East secara resmi menuliskan, "Kami telah dikritik dan memutuskan bahwa pantas untuk kembali ke keadaan semula. Kami mohon maaf karena memberikan kesalahpahaman bahwa ini adalah diskriminasi."

Diketahui banyak warga Jepang yang tidak menyukai Rusia akibat invasinya ke Ukraina dalam hampir dua bulan terakhir ini.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang.

Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas