Ukraina Sebut 9.000 Warga Sipil Mariupol Dimakamkan di Kuburan Massal Usai Serangan Rusia
Pembantaian pertama terjadi pada 29–30 September 1941, menewaskan sekitar 33.771 orang Yahudi.
Editor: Hasanudin Aco

TRIBUNNEWS.COM, UKRAINA - Dewan Kota Mariupol mengklaim sebanyak 9.000 warga sipil dimakamkan di kuburan massal di desa Manhush di luar Mariupol, Ukraina, Kamis (21/4/2022).
Seperti dilansir Associated Press pada Jumat (22/4/222), dalam sebuah posting di Telegram, dewan kota mengutip Walikota Mariupol Vadym Boychenko yang menyebut situs itu adalah 'Babi Yar baru'.
“Kemudian Hitler membunuh orang Yahudi, Roma dan Slavik. Dan sekarang Putin menghancurkan Ukraina. Dia telah membunuh puluhan ribu warga sipil di Mariupol,” seperti dikutip dari pernyataan Boychenko.
Babi Yar adalah tempat pembantaian yang dilakukan pasukan Nazi Jerman selama kampanyenya melawan Uni Soviet dalam Perang Dunia II.
Baca juga: Foto Diduga Kuburan Massal di Manhush, Ukraina Tuduh Rusia Kubur 9.000 Warga Mariupol di Sana
Pembantaian pertama terjadi pada 29–30 September 1941, menewaskan sekitar 33.771 orang Yahudi.
Pembantaian tersebut adalah pembunuhan massal terbesar di bawah naungan rezim Nazi dan kolaborator Ukraina selama kampanye melawan Uni Soviet, dan disebut sebagai pembantaian tunggal terbesar dalam sejarah Holocaust hingga saat itu.
Itu hanya dilampaui secara keseluruhan oleh pembantaian Odessa tahun 1941 terhadap lebih dari 50.000 orang Yahudi pada Oktober 1941 yang dilakukan oleh pasukan Jerman dan Rumania, dan oleh Aktion Erntefest pada November 1943 di Polandia yang diduduki Jerman, memakan 42.000–43.000 korban jiwa.
Diperkirakan antara 100.000 dan 150.000 orang dibunuh di Babi Yar selama pendudukan Jerman pada Perang Dunia II.
“Ini membutuhkan reaksi keras dari seluruh dunia. Kita perlu menghentikan genosida dengan cara apa pun yang memungkinkan.” tambah Boychenko.
Dalam pernyataan terpisah Kamis pagi kemarin, Boychenko menuduh Rusia menggali parit besar di dekat Manhush, 20 kilometer barat Mariupol, dan menyembunyikan kejahatan perang mereka dengan membuang mayat di sana.
Pada malam harinya, media Ukraina menerbitkan foto satelit Manhush, menunjukkan apa yang mereka katakan sebagai kuburan massal serupa dengan yang ditemukan di pinggiran kota Bucha, Kiev.
Keakuratan klaim dan gambar ini tidak dapat segera diverifikasi.
Sementara itu di hari yang sama kemarin, tidak ada penduduk yang dapat dievakuasi dari Kota Mariupol yang dikepung karena berlanjutnya penembakan Rusia terhadap koridor kemanusiaan yang disepakati, kata wakil PM Ukraina Iryna Vereshchuk dalam sebuah posting Telegram, semalam.
“Tidak ada kabar gembira dari Mariupol. Semuanya berjalan sulit," tulisnya.