Rusia Waspadai Operasi Palsu Serangan Rudal Ukraina di Perayaan Victory Day
Victory Day adalah puncak perayaan Perang Patriotik, Ketika Rusia mendeklarasikan kemenangan atas Nazi Jerman di Berlin.
Penulis: Setya Krisna Sumarga
TRIBUNNEWS.COM, MOSKOW – Kementeria Pertahanan Rusia memperingatkan Kiev bisa menggelar operasi palsu, menyerang kerumunan warga sipil yang merayakan Hari Kemenangan Perang Patriotik, 9 Mei 2022.
Serangan ‘bendera palsu’ terendus menyasar pertemuan warga sipil di wilayah Lvov dan Volyn di Ukraina barat. Serangan akan melibatkan peluru kendali Toschka-U.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan tujuan operasi ini adalah untuk menuduh Rusia menyebabkan kematian warga sipil.
Victory Day adalah puncak perayaan Perang Patriotik, Ketika Rusia mendeklarasikan kemenangan atas Nazi Jerman di Berlin.
Victory Day selalu diperingati secara meriah, dan merupakan hari raya nasional terbesar di Rusia dan warga serta veteran perang d negara-negara bekas Uni Societ.
Baca juga: Besok 77 Pesawat dan Helikopter akan Terbang di Langit Moskow Tandai Hari Kemenangan Rusia
Baca juga: Presiden Polandia “Hapus” Perbatasan dengan Ukraina, Siap Terlibat Perang Lawan Rusia?
Baca juga: Kesaksian Pekerja Azovstal: Operasi Rusia Satu-satunya Cara Akhiri Neraka Ala Azov
"Rezim Kievberencana melakukan provokasi canggih lainnya yang melibatkan kematian warga sipil di wilayah barat negara itu pada 8 Mei,” kata siaran pers Kementerian Pertahanan Rusia, Sabtu (7/5/2022).
“Itu akan dilakukan untuk menuduh Angkatan Bersenjata Rusia melakukan serangan rudal tanpa pandang bulu," lanjut siaran pers kementerian itu.
Kementerian menjelaskan pasukan Ukraina akan menggunakan rudal Tochka-U untuk tujuan ini.
Kiev telah berulang kali menuduh Moskow menembakkan rudal ini ke sasaran sipil Ukraina, tetapi Moskow membantah keras.
Angkatan Bersenjata Rusia menyatakan telah berhenti menggunakan rudal Tochka-U sejak lama, tidak seperti mitranya dari Ukraina.
Rusia telah berulang kali menekankan pasukannya hanya menargetkan instalasi militer di Ukraina saat mereka melakukan operasi militer khusus.
Moskow menuduh pasukan Kiev menyerang infrastruktur sipil untuk menunda kemajuan pasukan Rusia dan kemudian menuduh mereka melakukan target yang merusak ini.
Serangan Jurnalis Rusia di Berlin
Perkembangan lain terkait konflik Ukraina-Rusia, seorang jurnalis Ria Novosti di Berlin menerima serangan serius di kediamannya.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.