Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Uni Eropa Bisa Pertimbangkan Cadangan Devisa Rusia untuk Membangun Ukraina Pasca-Perang

Diplomat top Eropa, Josep Borrell, menyebut Uni Eropa harus mempertimbangkan menggunakan cadangan devisa Rusia untuk membangun kembali Ukraina.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Inza Maliana
zoom-in Uni Eropa Bisa Pertimbangkan Cadangan Devisa Rusia untuk Membangun Ukraina Pasca-Perang
Andrey BORODULIN / AFP
Pemandangan udara yang diambil pada 12 April 2022, menunjukkan kota Mariupol, selama invasi militer Rusia diluncurkan di Ukraina. Pasukan Rusia pada 12 April mengintensifkan kampanye mereka untuk merebut kota pelabuhan Mariupol, bagian dari serangan besar-besaran yang diantisipasi di Ukraina timur, ketika presiden Rusia mengajukan kasus yang menantang untuk perang terhadap tetangga Rusia itu. 

"Jelas bagi seluruh dunia bebas bahwa Ukraina adalah pihak yang baik dalam perang ini."

"Dan Rusia akan kalah, karena kejahatan selalu kalah," imbuhnya.

Baca juga: Arti Hari Kemenangan Rusia 9 Mei bagi Putin, Berikut Hal yang Mungkin Dilakukan Terkait Ukraina

Baca juga: Zelenskyy: Serangan Rusia Tewaskan 60 Warga Sipil di Luhansk

5. Cerita dari Azovstal

Asap mengepul dari halaman pabrik baja Azovstal di kota Mariupol pada 29 April 2022, di tengah aksi militer Rusia yang sedang berlangsung di Ukraina.
Asap mengepul dari halaman pabrik baja Azovstal di kota Mariupol pada 29 April 2022, di tengah aksi militer Rusia yang sedang berlangsung di Ukraina. (Andrey BORODULIN / AFP)

Puluhan orang yang dievakuasi dari pabrik baja Azovstal di Mariupol telah tiba di kota Zaporizhzhia, Ukraina.

Beberapa dari mereka menceritakan cobaan yang dialami selama berminggu-minggu di bawah pemboman besar-besaran di jaringan perlindungan bawah tanah Azovstal yang luas.

"Mengerikan di bunker," kata Lyubov Andropova (69), yang telah berada di Azovstal sejak 10 Maret.

"Air akan mengalir dari langit-langit. Ada jamur di mana-mana. Kami khawatir untuk anak-anak, untuk paru-paru mereka."

Rekomendasi Untuk Anda

Penembakan terjadi terus menerus dan ada kekhawatiran bahwa bunker akan runtuh.

"Semuanya bergetar, kami tidak keluar," ujarnya.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas