Tribun

WHO Keluarkan Peringatan soal Munculnya Virus Monkeypox Mematikan di Inggris

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan peringatan mengerikan terkait kasus Monkeypox mematikan yang dikonfirmasi di Inggris.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in WHO Keluarkan Peringatan soal Munculnya Virus Monkeypox Mematikan di Inggris
FACE2FACE AFRICA
Kondisi kaki yang terserang virus cacar monyet atau monkeypox. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, LONDON - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan peringatan mengerikan terkait kasus Monkeypox mematikan yang dikonfirmasi di Inggris.

Sementara itu Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) mengatakan bahwa kasus Monkeypox yang terdeteksi di London dan Inggris Timur Laut, tidak memiliki hubungan yang diketahui dengan 3 infeksi sebelumnya.

Monkeypox merupakan virus yang biasanya ditemukan di Afrika Tengah dan Barat.

Virus ini dapat ditularkan melalui kontak serta paparan droplet melalui droplet besar yang dihembuskan.

Menurut badan kesehatan global, gejala yang ditimbulkan saat seseorang terkena virus ini bisa saja ringan atau parah, termasuk lesi yang terasa sangat gatal dan menyakitkan.

Saat ini, UKHSA pun telah menjalin kontak umum dengan 2 dari 4 kasus infeksi terbaru.

Baca juga: Krisis Covid-19 di Korea Utara, Akankah Kim Jong Un Akhirnya Mau Terima Bantuan Luar? Ini Kata Pakar

Dikutip dari laman The Express, Rabu (18/5/2022), lembaga kesehatan itu juga sedang menyelidiki hubungan dengan virus tersebut, karena keempat kasus baru telah mengidentifikasi diri sebagai gay, biseksual, atau pria yang berhubungan seks dengan sesama pria.

"Setiap penyakit yang diperoleh selama perjalanan atau setelah kembali dari daerah endemik harus dilaporkan ke profesional kesehatan, termasuk informasi tentang semua riwayat perjalanan dan imunisasi baru-baru ini," kata WHO dalam sebuah pernyataan.

Penduduk dan pelancong yang berkunjung ke negara endemik, kata WHO, harus menghindari kontak dengan hewan sakit, baik mati maupun hidup.

"Karena hewan itu dapat menampung virus Monkeypox, seperti tikus, marsupial dan primata. Mereka juga harus menahan diri dari mengkonsumsi atau memegang hewan buruan (daging hewan liar). Selain itu, penting pula menjaga kebersihan tangan menggunakan sabun dan air, atau pembersih berbasis alkohol," tegas WHO.

Sementara itu, pemberian vaksin dan pengobatan khusus baru-baru ini telah disetujui untuk Monkeypox.

"Masing-masing diberikan pada 2019 dan 2022, namun tindakan pencegahan ini belum tersedia secara luas," jelas WHO.

UKHSA juga mencatat bahwa tidak ada kasus baru yang mengunjungi negara di mana Monkeypox menjadi endemik.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas