Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Dubes Rusia untuk Amerika Mengaku Diminta Mengkritik Pemerintahan Putin

Dubes Rusia untuk Amerika Serikat, Anatoly Antonov, mengaku menerima pesan yang memintanya membuat pernyataan menentang pemerintah Rusia.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Daryono
zoom-in Dubes Rusia untuk Amerika Mengaku Diminta Mengkritik Pemerintahan Putin
Tass
Duta Besar Rusia untuk Amerika Serikat (AS) Anatoly Antonov mengatakan langkah makroekonomi yang tidak bijaksana dari negara-negara barat, telah merusak ketahanan pangan global. 

Perang antara Rusia dan Ukraina sudah memasuki hari ke 105, per-Rabu (8/6/2022).

Rusia pada Selasa lalu mengklaim telah menguasai wilayah Luhansk, di Donbas, Ukraina timur.

Berikut peristiwa terkini invasi Rusia, dilansir Guardian:

- Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, menyatakan Severodonetsk, kota penting di wilayah Luhansk berada di bawah kendali Rusia.

Di sisi lain, pejabat regional mengaku pasukan Ukraina kesulitan mencegah serangan Rusia di pusat Severodonetsk, tetapi Moskow tidak mengendalikan kota timur itu.

- 800 warga sipil telah mengungsi di sebuah pabrik kimia di Severodonetsk.

- Lebih dari 1.000 tentara Ukraina yang menyerah di kota pelabuhan selatan Mariupol telah dipindahkan ke Rusia, lapor kantor berita milik negara Rusia, TASS.

Rekomendasi Untuk Anda

- Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa kebuntuan dengan Rusia bukanlah pilihan.

"Kemenangan harus dicapai di medan perang," katanya dalam sebuah wawancara dengan Financial Times pada Selasa.

- Pejuang proksi Rusia di Ukraina timur mengatakan mereka membuka persidangan terhadap dua warga Inggris, Aiden Aslin dan Shaun Pinner, yang ditangkap saat bertempur bersama tentara Ukraina di Mariupol.

- Wakil menteri pertama kebijakan agraria dan pangan Ukraina, Taras Vysotskyi, mengatakan akan membutuhkan waktu enam bulan untuk membersihkan pantai dari ranjau Rusia dan Ukraina.

- Uni Eropa dinilai perlu membangun gudang dan memperluas rel kereta api melintasi perbatasan Ukraina untuk membantu Kyiv mengimpor gandum secara global.

Rusia menyatakan bersedia membuka blokade jalur laut bagi kapal pengangkut pangan asal Ukraina. Namun hal tersebut mendapat penolakan Uni Eropa.
Rusia menyatakan bersedia membuka blokade jalur laut bagi kapal pengangkut pangan asal Ukraina. Namun hal tersebut mendapat penolakan Uni Eropa. (gcaptain.com)

Baca juga: Rusia Klaim Berhasil Merebut Severodonetsk, Kota Penting di Donbas Ukraina Timur

Baca juga: PBB Nyatakan Tak Punya Bukti Rusia Curi Gandum Ukraina

- Bank Dunia telah menyetujui $1,49 miliar pembiayaan tambahan untuk Ukraina untuk membantu membayar upah bagi pemerintah dan pekerja sosial.

- Rusia meningkatkan ekspor minyak dari pelabuhan timur utama Kozmino, untuk mengimbangi dampak sanksi UE dengan melonjaknya permintaan dari pembeli Asia.

- Mantan Kanselir Jerman, Angela Merkel, mengatakan dia mencoba untuk mencegah situasi di Ukraina dan tidak menyesali keputusannya terkait Rusia selama menjabat.

- Kepala rabi Moskow dilaporkan telah melarikan diri dari Rusia, setelah mendapat tekanan untuk mendukung invasi Vladimir Putin ke Ukraina.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas