Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

China Dilaporkan Diam-diam Bangun Pangkalan Militer di Kamboja

China disebut diam-diam membangun pangkalan militer Angkatan Laut di negara tetangga RI, Kamboja.

Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in China Dilaporkan Diam-diam Bangun Pangkalan Militer di Kamboja
Dokumen Kementerian Pertahanan China
Presiden China, Xi Jinping, saat menghadiri latihan militer di Laut China Selatan, 2018 silam. Saat ini China mengerahkan alat canggih untuk memantau aktivitas di Laut China Selatan. 

TRIBUNNEWS.COM - China disebut diam-diam membangun pangkalan militer Angkatan Laut di negara tetangga RI, Kamboja.

Sumber pejabat Barat mengatakan bahwa kedua negara menyangkal laporan ini dan berusaha menyembunyikannya.

Pangkalan militer itu, kata sumber, akan berada di bagian utara Pangkalan Angkatan Laut Ream Kamboja di Teluk Thailand.

Proses peletakan batu pertama akan dilakukan minggu ini.

Menurut laporan Washington Post, pangkalan militer China di Kamboja merupakan strategi Beijing untuk membangun jaringan fasilitas militernya secara luas. 

Baca juga: Pria di China Gugat Cerai Istrinya setelah Tahu Ketiga Anaknya Ternyata Bukan Anak Kandungnya

Baca juga: Australia dan China Bersitegang di Laut China Selatan, KSAL Jamin Perairan Natuna Aman

Landasan terbang buatan China terlihat di samping struktur dan bangunan di pulau buatan di Mischief Reef di gugusan pulau Spratlys di Laut China Selatan terlihat pada Minggu, 20 Maret 2022.
Landasan terbang buatan China terlihat di samping struktur dan bangunan di pulau buatan di Mischief Reef di gugusan pulau Spratlys di Laut China Selatan terlihat pada Minggu, 20 Maret 2022. (Sumber: AP Photo/Aaron Favila)

Sumber pejabat Barat yang bicara dengan syarat anonim menilai, langkah ini dilakukan China untuk membangun kekuatan global.

Adapun pangkalan militer di Kamboja ini adalah pos Angkatan Laut kedua China di luar negeri dan yang pertama di kawasan Indo-Pasifik.

BERITA TERKAIT

Saat ini, satu-satunya pangkalan militer China di luar negeri berada di Djibouti, Afrika Timur.

Analis dan pejabat menilai, memiliki fasilitas yang mampu menampung kapal Angkatan Laut di wilayah Laut China Selatan, merupakan elemen penting dari ambisi Beijing memperluas pengaruhnya dan memperkuat kehadirannya di kawasan dekat jalur laut utama Asia Tenggara ini.

"Kami menilai bahwa Indo-Pasifik adalah bagian penting bagi para pemimpin China, yang melihat Indo-Pasifik sebagai wilayah pengaruh yang sah dan bersejarah bagi China," kata sumber pejabat Barat.

Beijing, kata pejabat itu, menganggap kawasan itu tidak mau atau tidak mampu menantang kepentingan inti China.

China, kata sumber, yakin negara-negara di wilayah ini akan tunduk melalui sejumlah upaya diantaranya paksaan, hukuman, dan bujukan di bidang diplomatik, ekonomi, hingga militer.

"Pada dasarnya, China ingin menjadi begitu kuat sehingga kawasan itu akan menyerah pada kepemimpinan China daripada menghadapi konsekuensi," kata pejabat itu.

Pada 2019 lalu, The Wall Street Journal melaporkan bahwa China telah menandatangani perjanjian rahasia yang memungkinkan angkatan bersenjatanya menggunakan pangkalan angkatan laut Kamboja.

Hal ini diungkapkan pejabat AS dan sekutu yang mengetahui masalah tersebut.

Beijing dan Phnom Penh membantah laporan itu.

Perdana Menteri Kamboja Hun Sen mengecam laporan tersebut dan menyebutnya hoaks.

Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan China pada saat itu juga mengecam "rumor" tersebut dan mengatakan China hanya membantu pelatihan militer dan peralatan logistik.

Dikutip dari Russia Today, Washington Post dalam laporannya menulis upacara peletakan batu pertama di Pangkalan Angkatan Laut Ream akan berlangsung pada Kamis. 

Sumber mengklaim bahwa Beijing akan mengkonfirmasi keterlibatannya dalam perluasan fasilitas Kamboja selama acara tersebut, tetapi akan tetap diam tentang rencana militer China.

Untuk menjaga kerahasiaan, delegasi asing yang mengunjungi Pangkalan Angkatan Laut Ream hanya diizinkan mengakses sejumlah lokasi tertentu di dalam kompleks, sementara pasukan China di sana mengenakan seragam Kamboja atau pakaian sipil untuk menghindari kecurigaan, sumber tersebut mengklaim.

Foto yang diambil pada 19 Maret 2014 menunjukkan kapal Penjaga Pantai China (atas) dan kapal pasokan Filipina terlibat dalam stand off saat kapal Filipina berusaha mencapai Second Thomas Shoal di Laut China Selatan yang diklaim oleh kedua negara.
Foto yang diambil pada 19 Maret 2014 menunjukkan kapal Penjaga Pantai China (atas) dan kapal pasokan Filipina terlibat dalam stand off saat kapal Filipina berusaha mencapai Second Thomas Shoal di Laut China Selatan yang diklaim oleh kedua negara. (AFP)

Baca juga: Beda dengan Candi Borobudur, Angkor Wat di Kamboja Gratis untuk Warga Lokal

Baca juga: Mentan: China Ingin Impor Beras Indonesia 2,5 Juta Ton

Beijing dan Phnom Penh berusaha merahasiakan proyek itu karena khawatir dengan reaksi balik di Kamboja karena konstitusi melarang menjadi tuan rumah pangkalan militer negara lain, kata pejabat itu.

Sebagai ketua Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) tahun ini, Phnom Penh juga tidak ingin dipandang sebagai "pion" China, tambahnya.

Kedutaan Kamboja di AS menolak klaim pejabat anonim tersebut, dan menilai "tuduhan tak berdasar yang dimotivasi untuk membingkai citra Kamboja secara negatif."

Kementerian Luar Negeri China tidak menanggapi permintaan komentar Washington Post.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Sumber: TribunSolo.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas