Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ukraina Klaim Bunuh 106 Tentara Rusia dalam Satu Hari Pertempuran di Donbas

Grup Operasi dan Taktis Ukraina (UTG) mengatakan mereka membunuh 106 tentara Rusia pada hari Senin (20/6/2022) di wilayah Donbas.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Ukraina Klaim Bunuh 106 Tentara Rusia dalam Satu Hari Pertempuran di Donbas
ARIS MESSINIS / AFP
Prajurit Ukraina menembak dengan senjata self-propelled Prancis 155 mm/52 kaliber Caesar ke posisi Rusia di garis depan di wilayah Ukraina timur Donbas pada 15 Juni 2022. Grup Operasi dan Taktis Ukraina (UTG) mengatakan mereka membunuh 106 tentara Rusia pada hari Senin (20/6/2022) di wilayah Donbas. 

Di dalam pabrik itu, 500 warga sipil Ukraina dilaporkan berlindung di samping sejumlah tentara Ukraina yang tidak disebutkan.

"Benar-benar neraka di sana," kata Haidai.

Ia mencatat bahwa pasukan Rusia terus mengerahkan pasukan tambahan dan peralatan militer ke kota itu.

"Semuanya dilalap api, penembakan tidak berhenti bahkan selama satu jam."

Haidai sebelumnya memperingatkan agar tidak membuat perbandingan antara pabrik Azot dan pabrik baja Azovstal di Mariupol, tempat sejumlah besar warga sipil berlindung di awal perang.

"Orang-orang bersembunyi di tempat penampungan, yang ada beberapa," katanya.

"Ini tidak boleh dibandingkan dengan Azovstal."

Rekomendasi Untuk Anda

Rangkuman Invasi Rusia Hari ke-118

Sementara itu, invasi Rusia di Ukraina telah memasuki hari ke-118.

Dilansir The Guardian, berikut sejumlah peristiwa yang telah terjadi.

Rusia meminta agar Lithuania segera mencabut larangan transit barang dalam daftar sanksi Uni Eropa di seluruh wilayahnya ke Kaliningrad.

Kementerian luar negeri Rusia menuntut Vilnius segera membalikkan apa yang disebutnya sebagai langkah "bermusuhan secara terbuka."

Ia memperingatkan Rusia akan menanggapi untuk melindungi kepentingannya.

Kementerian juga mengatakan akan memanggil duta besar Uni Eropa untuk Moskow, Markus Ederer, atas larangan tersebut.

Baca juga: Pemain Tenis Rusia Ubah Kewarganegaraan agar Tetap Bisa Bertanding di Wimbledon

- Rusia telah mengumpulkan hampir semua pasukannya untuk menyerbu permukiman di dekat kota timur Sievierodonetsk, menurut wakil menteri pertahanan Ukraina, Hanna Maliar.

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas