Tribun

Jumlah Pembelian Obligasi Pemerintah Jepang Jangka Panjang Bulan Juni 2022 Capai 16,2 Triliun Yen

Jumlah pembelian obligasi pemerintah Jepang jangka panjang pada bulan Juni 2022 mencapai 16 triliun 203,8 miliar yen.

Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Jumlah Pembelian Obligasi Pemerintah Jepang Jangka Panjang Bulan Juni 2022 Capai 16,2 Triliun Yen
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Bank Sentral Jepang (BOJ). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Jumlah pembelian obligasi pemerintah Jepang jangka panjang pada bulan Juni 2022 mencapai 16 triliun 203,8 miliar yen.

 Jumlah pembelian bulanan tersebut menjadi yang tertinggi yang pernah ada dilakukan oleh bank sentral Jepang (BOJ) untuk mengendalikan nilai mata uang yen yang melemah terhadap Dolar AS.

Bank of Japan (BOJ) meningkatkan pembelian untuk menahan kenaikan suku bunga pula dalam hubungannya dengan AS dan Eropa. Jumlah bulanan tertinggi pembelian obligasi sejauh ini adalah 11 triliun 577,1 miliar yen pada April 2016.

Sebagai ukuran pelonggaran moneter skala besar, Bank of Japan menahan suku bunga dengan melakukan "operasi terbatas" untuk membeli balik obligasi pemerintah tanpa batas ketika batas atas suku bunga jangka panjang akan melebihi 0,25 persen.

Pada bulan Juni, bank sentral Amerika Serikat dan Eropa mengumumkan kebijakan percepatan pengetatan moneter, dan ada kepercayaan luas bahwa Bank of Japan akan mentolerir kenaikan suku bunga.

Bank of Japan melakukan operasi limit setiap hari untuk membeli obligasi pemerintah dalam jumlah besar, dan ternyata jumlah pembelian meningkat.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif . Tak lupa cash in back Rp.10 juta bagi murid Pandan College. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas