Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pria di Inggris Alami Gejala Cacar Monyet yang Dikira Covid-19: Demam hingga Nyeri

Pria 25 tahun asal Inggris yang didiagnosis cacar monyet, awalnya mengira gejala yang dialaminya adalah gejala Covid-19.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Miftah
zoom-in Pria di Inggris Alami Gejala Cacar Monyet yang Dikira Covid-19: Demam hingga Nyeri
via BBC.com
Conor. Pria 25 tahun asal Inggris yang didiagnosis cacar monyet, awalnya mengira gejala yang dialaminya adalah gejala Covid-19. 

Monkeypox bukanlah penyakit menular seksual.

Tetapi UKHSA mengatakan "sebagian besar" dari kasus baru-baru ini di Inggris dan Eropa telah ditemukan pada pria penyuka sesama jenis dan biseksual.

"Jadi kami secara khusus mendorong mereka untuk waspada terhadap gejala dan mencari bantuan jika khawatir," ujar UKHSA.

Apa Itu Cacar Monyet?

Cacar monyet atau monkeypox adalah penyakit yang disebabkan oleh virus monkeypox, anggota keluarga virus yang sama dengan cacar, mengutip BBC.com

Cacar monyet ditemukan sebagian besar di bagian terpencil negara-negara Afrika tengah dan barat, dekat hutan hujan tropis.

Di wilayah tersebut, ada lebih dari 1.200 kasus cacar monyet sejak awal tahun.

Rekomendasi Untuk Anda

Ada dua jenis virus utama yang diketahui, yaitu virus cacar monyet dari Afrika barat dan dari Afrika tengah.

Jumlah orang yang terinfeksi cacar monyet yang cukup tinggi di luar Afrika meski tanpa adanya perjalanan ke wilayah tersebut, berarti virus itu sekarang menyebar di seluruh dunia.

Apa Gejala Cacar Monyet?

Gejala awal cacar monyet yaitu demam, sakit kepala, bengkak, nyeri punggung, nyeri otot.

Setelah demam, ruam dapat berkembang.

Ryam seringkali dimulai pada wajah, kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya, paling sering pada telapak tangan dan telapak kaki.

Ruam bisa sangat gatal atau nyeri, kemudian berubah dan melewati tahap yang berbeda sebelum akhirnya membentuk keropeng, yang kemudian rontok.

Lesi dapat menyebabkan jaringan parut.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas