Tribun

Virus Corona

Korea Utara Klaim Nol Covid-19 tapi Tidak Mau Sombong dan akan Pertahankan Kebijakan Anti-Epidemi

Korea Utara mengklaim negaranya sudah nol Covid-19 tetapi tidak mau sombong dan akan mempertahankan kebijakan anti-epidemi.

Penulis: Rica Agustina
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Korea Utara Klaim Nol Covid-19 tapi Tidak Mau Sombong dan akan Pertahankan Kebijakan Anti-Epidemi
AFP/STR
Staf stasiun kereta api mendisinfeksi lokasi stasiun Pyongyang sebagai tindakan pencegahan terhadap Covid-19. - Korea Utara mengklaim negaranya sudah nol Covid-19 tetapi tidak mau sombong dan akan mempertahankan kebijakan anti-epidemi. 

TRIBUNNEWS.COM - Korea Utara mengatakan semua pasien 'demam' diduga Covid-19 telah pulih pada Jumat (5/8/2022), CNA melaporkan.

Pengumuman itu menandai berakhirnya gelombang pertama virus Corona di Korea Utara.

Sementara media pemerintah melaporkan situasi anti-epidemi telah memasuki fase stabilitas yang pasti, daripada menyombongkan kemenangan, Korea Utara mengatakan akan menggandakan upaya untuk mempertahankan kesempurnaan dalam pelaksanaan kebijakan anti-epidemi negara.

Negara tertutup itu tidak pernah mengkonfirmasi berapa banyak orang yang terinfeksi Covid-19, kemungkinan karena kekurangan alat pengujian.

Tetapi dikatakan sekitar 4,77 juta pasien demam telah pulih sepenuhnya dan 74 meninggal sejak akhir April.

Tidak ada kasus demam baru yang dilaporkan sejak 30 Juli.

Baca juga: Kecam Kunjungan Nancy Pelosi ke Taiwan, Korea Utara Anggap AS Campuri Internal China

Pejabat Korea Selatan dan pakar medis meragukan angka tersebut, terutama jumlah kematian.

Shin Young-jeon, seorang profesor di sekolah kedokteran Universitas Hanyang di Seoul, mengatakan sementara puncak gelombang pertama Covid-19 mungkin telah berlalu, kematian yang dinyatakan hampir "mustahil" dan mungkin ada hingga 50.000 kematian.

"Keberhasilan mereka, jika ada, seharusnya terletak pada kenyataan bahwa wabah itu tidak mengarah pada kekacauan politik atau sosial. Apakah respons Covid-19 mereka berhasil adalah masalah lain," kata Shin Young-jeon.

Menteri Unifikasi Korea Selatan Kwon Young-se, yang bertanggung jawab untuk urusan antar-Korea, mengatakan minggu ini ada masalah kredibilitas dengan data Korea Utara tetapi situasi Covid-19 tampaknya agak terkendali.

Korea Utara Lepas Masker

Sebagai tanda meredanya wabah, Partai Buruh yang berkuasa mengadakan acara besar tanpa pada akhir Juli.

Ratusan veteran Perang Korea dundang dalam acara tersebut.

Liga sepak bola nasional memulai musimnya minggu ini setelah terhenti selama tiga tahun, seperti halnya kompetisi renang, yacht dan bowling, kata media pemerintah.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas