Tribun

Menlu Retno Berharap Kunjungan Sergei Lavrov ke Myanmar, Tidak Menambah Polemik di ASEAN

Indonesia berharap kunjungan Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov ke Myanmar tidak menambah polemik di kawasan ASEAN.

Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Menlu Retno Berharap Kunjungan Sergei Lavrov ke Myanmar, Tidak Menambah Polemik di ASEAN
RT.com
Sergei Lavrov. Indonesia berharap kunjungan Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov ke Myanmar tidak menambah polemik di kawasan ASEAN. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, PHNOM PENH - Indonesia berharap kunjungan Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov ke Myanmar tidak menambah polemik di kawasan ASEAN.

Harapan ini turut disampaikan Menlu RI Retno Marsudi dalam dalam ASEAN-Russia Ministerial Meeting, di Phnom Penh, Kamis (4/8/2022).

Menlu Retno menyampaikan bahwa tidak terdapat kemajuan yang signifikan pelaksanaan 5 Points of Consensus (5PCs).

Indonesia juga melihat tidak adanya komitmen Junta Militer untuk melaksanakan 5PCs. 

Sebab itu, Indonesia mengharapkan bahwa kunjungan Menlu Lavrov ke Myanmar sebelum pertemuan ASEAN, tidak mengirimkan pesan yang berlawanan dengan dorongan ASEAN agar Junta dapat segera mengimplementasikan 5PCs.

“Indonesia berharap agar kemitraan ASEAN-Rusia dapat membawa perdamaian dan kemakmuran yang berdasarkan Piagam PBB, Piagam ASEAN dan prinsip-prinsip hukum internasional," kata Menlu RI dalam keterangannya.

Kunjungan Lavrov ke Myanmar dilakukan pada Rabu (5/8/2022), atau sebelum penyelenggaraan ASEAN-Russia Ministerial Meeting.

Ia bertemu dengan para pejabat junta, yakni Wunna Maung Lwin dan Jenderal Senior Min Aung Hlaing.

Menlu Rusia itu secara terang-terangan menyatakan dukungan kepada junta militer Myanmar untuk menstabilkan politik dan keamanan di negara itu.

Dukungan tersebut sontak menuai reaksi dari anggota ASEAN lainnya, termasuk Indonesia. 

Sebab junta militer telah melanggar janji dan tidak segera mengimplementasikan 5 PCs yang disepakati para pemimpin ASEAN tahun 2021 lalu.

Baca juga: Junta Myanmar Tuduh Jurnalis Jepang Provokasi Perbedaan Pendapat dan Ancam Hukuman 3 Tahun Penjara

Retno pada konferensi pers sebelumnya juga menyampaikan bahwa  Indonesia tetap konsisten bahwa Myanmar tidak diwakili junta militer pada political level di pertemuan politik ASEAN.

"Kita melihat bahwa saat ini tidak ada kemajuan signifikan dari pelaksanaan 5 PCs. kita juga tidak melihat adanya good will dan tidak adanya komitmen dari junta militer untuk mengimplementasikan 5 PCs," kata Retno pada konferensi pers usai Pertemuan AMM, Rabu (3/8/2022). 

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas