Tribun

Myanmar Akan Impor Migas dari Rusia Redam Kenaikan Harga Energi

Saat ini Moskow sedang mencari pelanggan baru untuk memasarkan energinya di kawasan Asia

Penulis: Mikael Dafit Adi Prasetyo
Editor: Seno Tri Sulistiyono
zoom-in Myanmar Akan Impor Migas dari Rusia Redam Kenaikan Harga Energi
CNBC
Anjungan minyak lepas pantai (oil rig) milik perusahaan minyak Rusia. Saat ini Rusia mencari pelanggan baru untuk menjual migas ke Asia, di mana Myanmar akan melakukan impor migas dari Rusia. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, NAYPYIDAW – Myanmar berencana melakukan impor bahan bakar minyak (BBM) maupun gas dari negara Rusia, sebagai upaya meredam kekhawatiran pasokan dan kenaikan harga.

Dikutip dari Aljazeera, Jumat (19/8/2022), saat ini Moskow sedang mencari pelanggan baru untuk memasarkan energinya di kawasan Asia, karena tujuan ekspor terbesarnya yakni Eropa memberlakukan embargo terhadap minyak Rusia secara bertahap akhir tahun ini.

“Kami telah menerima izin untuk mengimpor bensin dari Rusia,” kata Zaw Min Tun, juru bicara militer Myanmar.

Baca juga: Jaga Hubungan Persahabatan, Myanmar akan Impor Minyak dari Rusia

Menurut laporan media setempat, pengiriman bahan bakar minyak akan dimulai pada September mendatang.

Zaw Min Tun mengatakan, panglima militer Jenderal Senior Min Aung Hlaing telah membahas mengenai impor minyak dan gas selama perjalanan ke Rusia bulan lalu.

Hingga saat ini Myanmar mengimpor bahan bakarnya dari Singapura.

“Kami akan mempertimbangkan eksplorasi minyak bersama dengan Rusia dan China,” kata Zaw Min Tun.

Di sisi lain, militer Myanmar telah membentuk komite pembelian minyak Rusia yang dipimpin oleh sekutu dekat Min Aung Hlaing untuk mengawasi pembelian, impor dan pengangkutan bahan bakar dengan harga yang wajar berdasarkan kebutuhan Myanmar.

Selain gejolak politik dan kerusuhan sipil, Myanmar telah terpukul keras oleh harga bahan bakar yang tinggi dan pemadaman listrik.

Harga bensin telah melonjak sekitar 350 persen sejak kudeta pada Februari tahun lalu dan sekarang menjadi 2.300 hingga 2.700 kyat atau sekitar 1 dolar AS per liter.

Menurut laporan media setempat, pompa bensin telah ditutup di berbagai bagian negara itu karena kekurangan pasokan dalam seminggu terakhir.

Secara terpisah, Rusia juga merupakan pemasok utama senjata bagi militer Myanmar.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas