Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Takhta Inggris Kini Diduduki Raja Charles III, tetapi Siapakah Raja Charles I dan Raja Charles II?

Mengapa nama pangeran Charles menjadi Raja Charles III ketika naik takhta? Siapa dua raja Charles sebelumnya? Berikut sejarah Raja Charles I dan II.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Sri Juliati
zoom-in Takhta Inggris Kini Diduduki Raja Charles III, tetapi Siapakah Raja Charles I dan Raja Charles II?
Kolase AFP/Wikimedia Commons
Dari kiri ke kanan: Potret Raja Charles I, Raja Charles III, dan Raja Charles II. Mengapa nama pangeran Charles menjadi Raja Charles III ketika naik takhta? Siapa dua raja Charles sebelumnya? Berikut sejarah Raja Charles I dan II. 

TRIBUNNEWS.COM - Saat Pangeran Charles naik takhta menjadi raja, namanya tidak serta merta menjadi Raja Charles saja.

Ada angka romawi III yang mengikuti namanya. Hal itu menandakan bahwa ada Raja Charles I dan II sebelum dirinya.

Lantas siapakah Raja Charles I dan II serta bagaimana sejarah mereka?

Mengutip TODAY.com, beginilah sejarah tentang Raja Charles I dan Raja Charles II.

Raja Charles I yang Kontroversial

Raja Charles I mungkin lebih dikenal bagaimana ia meninggal.

Baca juga: Raja Charles III Pecat 100 Staf Clarence House Saat Upacara Penghormatan untuk Ratu Elizabeth II

Raja Charles I dipenggal di depan umum di luar Istana Whitehall London pada tahun 1649 setelah diadili karena pengkhianatan.

Rekomendasi Untuk Anda

Charles I bukan raja paling populer pada masanya.

"Ia dikenang sebagai sosok yang sangat kontroversial," kata sejarawan kerajaan Carolyn Harris kepada TODAY.

Banyak masalah Charles I berasal dari keyakinannya yang kuat pada hak ilahi raja.

Ia percaya bahwa Tuhan telah memberinya wewenang untuk memerintah dan ia tidak bertanggung jawab terhadap hukum duniawi yang ditetapkan oleh Parlemen Inggris.

Charles lantas membubarkan Parlemen dan memerintah selama 11 tahun tanpa Parlemen.

Raja Charles I
Raja Charles I (she-philosopher.com)

Namun keadaan menjadi canggung pada tahun 1640 ketika Charles membutuhkan uang untuk membayar Perang Uskup (yang dipicu oleh usahanya untuk membatasi kebebasan beragama rakyat Skotlandianya).

Dia akhirnya dengan enggan membuka kembali Parlemen sehingga dapat menaikkan pajak.

Pada titik ini, hubungan antara raja dan Parlemen telah rusak dan tidak dapat diperbaiki lagi.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas