Tribun

Royal Family

Pangeran Andrew Dituding Ingin Gagalkan Raja Charles III Nikahi Camilla hingga Naik Takhta

Pangeran Andrew dituding sempat berusaha menggagalkan Raja Charles III naik takhta hingga tak setuju Camilla menikah dengan sang kakak.

Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
zoom-in Pangeran Andrew Dituding Ingin Gagalkan Raja Charles III Nikahi Camilla hingga Naik Takhta
AFP/DANIEL LEAL
Raja Inggris Charles III (kanan) dan Permaisuri Camilla menyambut orang banyak setibanya mereka di Istana Buckingham di London, pada 9 September 2022, sehari setelah Ratu Elizabeth II meninggal pada usia 96 tahun. - Pangeran Andrew dituding sempat berusaha menggagalkan Raja Charles III naik takhta hingga tak setuju Camilla menikah dengan sang kakak. (Photo by Daniel LEAL / AFP) 

TRIBUNNEWS.COM - Sebuah buku karya pengamat dan penulis biografi kerajaan Inggris mengklaim bahwa Pangeran Andrew mencoba menggagalkan Raja Charles III naik takhta.

Pangeran Andrew diduga "melobi dengan sangat keras" supaya kakaknya, Pangeran Charles, tidak menjadi raja setelah Ratu Elizabeth II meninggal.

Buku eksplosif karya Angela Levin ini mengatakan Andrew, Duke of York, mencoba meyakinkan mendiang ibunya untuk menjadikan Pangeran William sebagai raja.

Tak hanya itu, penulis juga mengklaim Andrew sempat berupaya menghalangi Charles menikahi Camilla.

Menurut pakar kerajaan Angela Levin melalui The Telegraph, Raja Charles dan saudaranya "jarang bergaul dengan baik".

Ini karena keduanya memiliki kepribadian, nilai, dan pendekatan yang sangat berbeda terhadap kehidupan.

Baca juga: Sumber Kerajaan Inggris: Andrew Melobi Keras untuk Hentikan Charles Naik Takhta

"(Andrew) mencoba membujuk Ratu untuk menghalangi Charles menikahi Camilla dengan menjadi sangat beracun, kejam, tidak membantu, dan sangat jahat tentang Camilla," kata sumber senior kerajaan itu, lapor Independent.

Anak ketiga Ratu Elizabeth itu disebut tak setuju karena menganggap Camilla tak bisa dipercaya karena "tidak cukup aristokrat".

Sumber yang sama menambahkan bahwa Andrew bersekongkol dengan mendiang Diana, Putri Wales untuk "mencoba mendorong Charles ke samping".

Ia diduga berusaha menjadi regent atau pejabat pengganti William, yang saat itu masih remaja.

Andrew, menurut Levin dalam bukunya, memanfaatkan persahabatan Putri Diana dengan Sarah Ferguson mantan istrinya, untuk melakukan hal tersebut.

Regent atau Bupati, adalah orang yang ditunjuk sebagai pemimpin negara sementara karena raja masih di bawah umur, tidak ada, atau tidak mampu menjalankan tugasnya.

"Itu adalah masa-masa gelap dan aneh, di mana paranoia menjadi kenyataan, dan ini mengkhawatirkan," kata sumber kerajaan.

"Andrew melobi sangat keras dengan harapan Charles tidak akan menjadi raja ketika ibunya meninggal, dan William akan memakai mahkota. Perilakunya sangat, sangat negatif dan sangat tidak menyenangkan bagi Ratu (Elizabeth), yang tidak setuju."

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas