Tribun

Kudeta Militer di China

Profil Xi Jinping, Dirumorkan Dikudeta di Tengah Wacana Perpanjang Jabatan Presiden China 3 Periode

Rumor itu muncul setelah Xi Jinping belum muncul di publik sejak menghadiri KTT di Uzbekistan 16 September 2022 lalu.

Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Profil Xi Jinping, Dirumorkan Dikudeta di Tengah Wacana Perpanjang Jabatan Presiden China 3 Periode
AFP
Presiden China Xi Jinping (tengah) berjalan melewati seorang pengawal kehormatan militer selama kunjungan diplomatik oleh Arab Saudi di luar Aula Besar Rakyat di Beijing, 22 Juli 2019. Saat ini muncul kabar Xi Jinping dikudeta. 

TRIBUNNEWS.COM, CHINA - Presiden China Xi Jinping dirumorkan dikudeta.

Rumor itu muncul setelah Xi Jinping belum muncul di publik sejak menghadiri KTT di Uzbekistan 16 September 2022 lalu.

Di media sosial twitter rumor bahwa Xi Jinping dikudeta dan ditahan oleh Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) bahkan jadi trending topik.

Akan tetapi hingga berita ini diturunkan belum ada pernyataan resmi dari Beijing mengenai rumor tersebut.

Seperti diketahui, Partai Komunis China akan mengadakan Kongres Partai ke-20 pada 16 Oktober mendatang.

Baca juga: Rumor Presiden China Xi Jinping Dikudeta Muncul Usai Menghadiri KTT di Uzbekistan

Forum itu dipercaya akan dijadikan Presiden Xi Jinping untuk memimpin di periode ketiga.

Beberapa waktu lalu diberitakan BBC, Parlemen China menyetujui pencabutan pasal di konstitusi yang membatasi masa jabatan presiden hanya dua kali periode.

Dalam beberapa dekade terakhir, semua pemimpin China menjabat dua kali periode atau dua kali lima tahun.

Pembatasan ini dicabut oleh parlemen, yang dengan sendirinya membuka lebar-lebar kemungkinan Xi Jinping menjadi presiden seumur hidup.

Profil Xi Jinping

Lahir pada tahun 1953, Xi Jinping merupakan putra dari salah seorang pendiri Partai Komunis.

Xi Jinping kini menjadi pemimpin tertinggi di Partai Komunis China dan Presiden Republik Rakyat China.

Dia bergabung dengan partai pada tahun 1974 dan menapak karier hingga menjadi presiden pada tahun 2013.

Di bawah kepemimpinannya, Cina menempuh reformasi ekonomi, kampanye antikorupsi yang tegas, dan kebangkitan nasionalisme namun dengan pemberangusan hak-hak asasi.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas