Tribun

POPULER Internasional: Jasad Tentara Rusia Tergeletak di Jalan | Korea Utara Kembali Tembakkan Rudal

Rangkuman berita populer Internasional, di antaranya jenazah tentara Rusia terlihat tergeletak di jalanan di Lyman, kota yang baru direbut Ukraina.

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Salma Fenty
zoom-in POPULER Internasional: Jasad Tentara Rusia Tergeletak di Jalan | Korea Utara Kembali Tembakkan Rudal
Kolase Tribunnews
Rangkuman berita populer Internasional, di antaranya jenazah tentara Rusia terlihat tergeletak di jalanan di Lyman, kota yang baru direbut Ukraina. 

TRIBUNNEWS.COM - Rangkuman berita populer Tribunnews di kanal Internasional dapat disimak di sini.

Jenazah tentara Rusia terlihat tergeletak di jalanan di Lyman, kota yang baru saja direbut kembali oleh Ukraina.

Di tengah perang yang masih memanas, perwakilan Miss Grand International dari Rusia dan Ukraina dijadikan satu kamar.

Sementara itu, Korea Utara kembali menembakkan rudal balistik ke atas Jepang. Itu merupakan peluncuran kelima dalam 10 hari.

Di Ekuador, kerusuhan penjara menyebabkan 15 orang tewas.

Berikut berita populer Internasional selengkapnya.

Baca juga: Berbeda dengan Zelensky, Rusia Sambut Baik Gagasan Damai Elon Musk Terkait Perang di Ukraina

1. Mayat Tentara Rusia Tergeletak di Jalanan setelah Kota Lyman Dikuasai Ukraina

Jenazah tentara Rusia tergeletak di jalanan di Lyman, kota utama di Ukraina timur pada Selasa (4/10/2022), menyusul mundurnya pasukan Putin dari wilayah tersebut.

Pasukan Rusia ditarik mundur dari Kota Lyman selama akhir pekan untuk menghindari pengepungan oleh pasukan Ukraina.

Keberhasilan Ukraina merebut kembali kota ini, memperbesar peluang untuk melakukan serangan lebih dalam ke wilayah yang dikuasai Rusia.

Dilansir AP News, pasukan Ukraina mengumpulkan mayat rekan-rekannya setelah pertempuran sengit untuk merebut kembali Lyman, kota yang menjadi pusat logistik dan transportasi utama militer Rusia.

Namun, mereka belum memindahkan mayat para tentara Rusia.

"Kami berjuang untuk tanah kami, untuk anak-anak kami, sehingga orang-orang kami dapat hidup lebih baik, tetapi semua ini harus dibayar dengan harga yang sangat tinggi," kata seorang tentara Ukraina yang menggunakan nama samaran.

Penduduk Lyman keluar dari ruang bawah tanah, tempat mereka bersembunyi selama pertempuran, dan membangun api unggun untuk memasak.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas