Tribun

KTT G20 Bali

Di KTT G20, China Puji Sikap Rusia yang 'Menentang' Perang Nuklir

Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan kepada Menteri Luar Rusia Sergei Lavrov selama pertemuan di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Di KTT G20, China Puji Sikap Rusia yang 'Menentang' Perang Nuklir
ANGELOS TZORTZINIS / AFP
Menteri Luar Negeri China Wang Yi berbicara dalam konferensi pers setelah pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Yunani Nikos Dendias di Kementerian Luar Negeri di Athena, pada 27 Oktober 2021. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, BALI - Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov selama pertemuan di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 bahwa posisi Rusia terhadap perang nuklir harus 'rasional' dan 'bertanggung jawab'.

Pernyataan dari Yi ini muncul pada saat China berada di bawah tekanan dari Amerika Serikat (AS) dan sekutunya di Eropa untuk menggunakan 'kemitraan tanpa batas' dengan Rusia untuk mendorong diakhirinya perang di Ukraina.

Dikutip dari laman Reuters, Rabu (16/11/2022), China telah menolak menyebut perang tersebut sebagai invasi.

Bahkan selama pertemuan tiga jamnya dengan Presiden AS Joe Biden pada Senin lalu di Nusa Dua Bali, Presiden Xi Jinping meminta AS, aliansi militer NATO, dan Uni Eropa (UE) untuk melakukan 'dialog komprehensif' dengan Rusia di Ukraina.

"China memperhatikan bahwa Rusia baru-baru ini menegaskan kembali pendirian bahwa 'perang nuklir tidak dapat dimenangkan,' yang menunjukkan sikap rasional dan bertanggung jawab Rusia," kata Yi.

Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri China, Yi juga menyampaikan selama pertemuan dengan Lavrov bahwa China senang melihat Rusia mengisyaratkan kesediaannya untuk terlibat dalam dialog mengenai Ukraina dan setuju untuk melanjutkan kesepakatan ekspor biji-bijian Laut Hitam.

Baca juga: Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy Minta Tolong G-19 Paksa Rusia Hentikan Ancaman Nuklir

"China bersedia bekerja sama dengan Rusia untuk mendorong pertukaran dan komunikasi tingkat tinggi di berbagai bidang, memperdalam kerja sama praktis bilateral dan memfasilitasi pertukaran personel," pungkas Yi.

Sumber

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas