Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pemilu Malaysia: Anwar Ibrahim Optimis Bisa Bergabung dengan BN untuk Kalahkan Muhyiddin Yassin

Anwar Ibrahim sekali lagi berambisi menjadi perdana menteri. Dengan bergabung dengan BN, ia optimis membentuk suara mayoritas di palemen.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Sri Juliati
zoom-in Pemilu Malaysia: Anwar Ibrahim Optimis Bisa Bergabung dengan BN untuk Kalahkan Muhyiddin Yassin
ARIF KARTONO / AFP
Pemimpin oposisi Malaysia dan ketua Pakatan Harapan (Aliansi Harapan) Anwar Ibrahim (Tengah) tiba di ruang konferensi pers di Kuala Lumpur, Malaysia pada 21 November 2022. Anwar Ibrahim sekali lagi berambisi menjadi perdana menteri. Dengan bergabung dengan BN, ia optimis membentuk suara mayoritas di palemen. 

TRIBUNNEWS.COM - Pemilihan umum Malaysia untuk menentukan partai mana yang akan menjalankan pemerintahan untuk 5 tahun ke depan, gagal melahirkan pemenang.

Tidak ada partai atau koalisi yang berhasil meraih kursi mayoritas di parlemen.

Kini, koalisi yang bersaing harus bergabung demi mengalahkan koalisi yang lainnya.

Persaingan kini berpusat pada 3 koalisi utama, yakni koalisi Pakatan Harapan (PH) pimpinan Anwar Ibrahim, koalisi Perikatan Nasional (PN) pimpinan mantan PM Muhyiddin Yassin, dan koalisi Barisan Nasional (BN) pimpinan Ahmad Zahid Hamidi.

Pakatan Harapan unggul dengan 82 kursi, sedangkan Perikatan Nasional meraih 73 kursi.

Barisan Nasional jauh tertinggal dengan 30 kursi.

Baca juga: Tak Ada Pemenang di Pemilu Malaysia, Raja Beri Waktu Tambahan bagi Partai untuk Usulkan Calon PM

Dibutuhkan setidaknya 112 (50 persen+1) kursi di parlemen untuk membentuk pemerintahan.

Rekomendasi Untuk Anda

Dilansir South China Morning Post, Anwar, pemimpin oposisi lama yang reformis, pada Senin pagi mengadakan pembicaraan dengan para pemimpin dari Barisan Nasional (BN), blok yang dulunya kuat dan mengalami kemunduran besar dalam pemungutan suara terakhir.

Pakatan Harapan dan Barisan Nasional sebenarnya bertentangan secara diametris dalam ideologi, tetapi mereka sekarang tampaknya mau bekerja sama untuk menghentikan Muhyiddin menjadi perdana menteri.

Anwar Ibrahim mengatakan kemungkinan 'koalisi pemerintah' dengan BN

Pada September 2020, Anwar Ibrahim mengumumkan bahwa ia memiliki mayoritas yang 'kuat dan meyakinkan' untuk menggulingkan pemerintahan Perikatan Nasional.
Pada September 2020, Anwar Ibrahim mengumumkan bahwa ia memiliki mayoritas yang 'kuat dan meyakinkan' untuk menggulingkan pemerintahan Perikatan Nasional. (Yusof Mat Isa/Malay Mail)

Anwar Ibrahim mengatakan dalam konferensi pers bahwa dia "sangat optimis" tentang pembentukan pemerintahan koalisi dengan BN.

"Ada konsensus mengenai pemerintahan dengan fokus pada ekonomi dan demi kepentingan rakyat," kata Anwar.

Ditanya siapa yang akan menjadi calon perdana menteri untuk aliansi yang diusulkan (PH-BN), Anwar mengatakan "untuk saat ini" dia akan menjadi calon.

Dalam jumpa pers itu juga disinggung masalah hukum pimpinan BN Ahmad Zahid Hamidi.

Sebelumnya, para kritikus BN menuduh bahwa Ahmad Zahid berharap kemenangan langsung BN di tempat pemungutan suara akan membantunya dalam upaya membuat jaksa membatalkan berbagai tuduhan korupsi terhadapnya.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas