Tribun

Virus Corona

Aksi Protes di China Meluas, Demonstran Minta Presiden Xi Jinping Mundur

Protes terhadap pembatasan Covid memuncak, kerumunan meneriakkan presiden China Xi Jinping untuk mundur.

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Arif Fajar Nasucha
zoom-in Aksi Protes di China Meluas, Demonstran Minta Presiden Xi Jinping Mundur
NOEL CELIS / AFP
Para pengunjuk rasa berjalan di sepanjang jalan selama unjuk rasa untuk para korban kebakaran mematikan serta protes terhadap pembatasan Covid-19 China yang keras di Beijing pada 28 November 2022. Kebakaran mematikan pada 24 November 2022 di Urumqi, ibu kota barat laut Wilayah Xinjiang China, telah menjadi katalis baru kemarahan publik, dengan banyak yang menyalahkan penguncian Covid karena menghambat upaya penyelamatan. 

TRIBUNNEWS.COM - Para pengunjuk rasa meminta Presiden China Xi Jinping untuk mundur, buntut dari kebijakan nol-Covid yang banyak ditentang masyarakat.

Dilansir Independent, sekitar 300 demonstran berkumpul di jalan Middle Urumqi di Shanghai, Sabtu (26/11/2022).

Mereka berkumpul untuk memberikan penghormatan kepada korban kebakaran apartemen yang menewaskan 10 orang di Urumqi.

Sejumlah pihak menyebut penghuni apartemen tidak bisa meninggalkan tempat tinggalnya saat kebakaran karena peraturan Covid-19 yang ketat.

Para pejabat membantah klaim bahwa barikade di dekat gedung yang terlibat dalam kebakaran Urumqi menghalangi petugas pemadam kebakaran mengatasi kobaran api secara efektif.

Mereka menambahkan bahwa penduduk diizinkan meninggalkan rumah mereka pada saat itu.

Baca juga: Aksi Protes Tentang Kebijakan Pembatasan Covid-19 China Makin Luas, Massa: Cabut Lockdown

Para pengunjuk rasa Shanghai membawa bunga dan lilin serta menyanyikan lagu kebangsaan.

Pengunjuk rasa lainnya mengungkapkan kritik yang ditujukan kepada pemerintah.

Mereka berteriak, "Xi Jinping, mundur, Partai Komunis, mundur", "Buka (lockdown) Xinjiang, buka (lockdown) China”, “Kami tidak ingin tes PCR, kami ingin kebebasan”, menurut catatan seorang demonstran bernama Zhao.

Polisi akhirnya menggunakan semprotan merica dan kekerasan untuk membubarkan protes.

Seorang pengunjuk rasa, Zhao, mengatakan kepada Associated Press bahwa petugas memukuli salah satu temannya dan dua teman lainnya disemprot merica.

Seorang petugas polisi juga menginjak kakinya ketika dia mencoba menghentikan petugas yang menahan temannya.

Foto lain dari lokasi protes menunjukkan puluhan orang membawa kertas kosong.

Kertas itu sebagai tanda perlawanan terhadap pembatasan Covid-19 yang sedang berlangsung.

Para pengunjuk rasa berjalan di sepanjang jalan selama unjuk rasa untuk para korban kebakaran mematikan serta protes terhadap pembatasan Covid-19 China yang keras di Beijing pada 28 November 2022. Kebakaran mematikan pada 24 November 2022 di Urumqi, ibu kota barat laut Wilayah Xinjiang China, telah menjadi katalis baru kemarahan publik, banyak yang menyalahkan lockdown Covid karena menghambat upaya penyelamatan.
Para pengunjuk rasa berjalan di sepanjang jalan selama unjuk rasa untuk para korban kebakaran mematikan serta protes terhadap pembatasan Covid-19 China yang keras di Beijing pada 28 November 2022. Kebakaran mematikan pada 24 November 2022 di Urumqi, ibu kota barat laut Wilayah Xinjiang China, telah menjadi katalis baru kemarahan publik, banyak yang menyalahkan lockdown Covid karena menghambat upaya penyelamatan. (NOEL CELIS / AFP)

Baca juga: Keuntungan Industri China Merosot 3 Persen Imbas Kebijakan Pembatasan Covid-19

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas