Tribun

Konflik Palestina Vs Israel

Pasukan Israel Tembak Mati Lima Pemuda Palestina di Tepi Barat

Pasukan pendudukan Israel menewaskan sekurangnya lima pemuda Palestina di wilayah Tepi Barat.

Penulis: Setya Krisna Sumarga
zoom-in Pasukan Israel Tembak Mati Lima Pemuda Palestina di Tepi Barat
AFP/ABBAS MOMANI
Seorang tentara Israel memegang senjata ketika pemukim melemparkan batu ke arah pengunjuk rasa Palestina selama demonstrasi menentang perluasan pemukiman, di desa al-Mughayer, timur Ramallah di Tepi Barat yang diduduki, pada 29 Juli 2022. (Photo by ABBAS MOMANI / AFP) 

TRIBUNNEWS.COM, TEPI BARAT – Sekurangnya lima pemuda Palestina tewas di  tangan pasukan pendudukan Israel di berbagai tempat di wilayah Tepi Barat, Selasa (28/11/2022).

Seorang di antaranya meninggal setelah terluka parah menyusul serbuan pasukan pendudukan Israel ke desa Al-Mughayyir di Tepi Barat, timur laut Ramallah.

Dikutip dari Al Mayadeen, Rabu (30/11/2022), pasukan pendudukan Israel menembak pemuda itu di dada, dan dia meninggal tak lama kemudian.

Sumber-sumber lokal mengatakan pemuda yang terbunuh di Al-Mughayyir adalah Raed Al-Naasan, 21.

Dalam 24 jam terakhir, jumlah pemuda Palestina yang meninggal di tangan tentara Israel menjadi lima setelah seorang warga Palestina lainnya dibunuh dengan darah dingin di Beit Umar.

Baca juga: Pelajar Palestina Ditembak Mati Pasukan Israel di Jenin, Dilaporkan Sedang Perjalanan ke Sekolah

Baca juga: Tembakan Pasukan Israel Tewaskan 2 Warga Palestina di Pos Pemeriksaan Militer Nablus

Baca juga: PM Shtayyeh: Situasi Palestina Buruk, Komunitas Internasional Melihat Isu dengan Standar Ganda

Al-Naasan terbunuh dalam serangan yang dilakukan terhadap kotanya oleh pemukim ilegal Israel yang didampingi pasukan pendudukan Israel.

Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan pada hari sebelumnya, pemuda Jawad Al-Rimawi (22) dan saudaranya Thafer Al-Rimawi (21) tewas ditembak pasukan Israel di Kafr Ein, barat laut Ramallah.

Kementerian Kesehatan Palestina mengindikasikan Jawad meninggal karena luka tembak di panggul, sedangkan saudara laki-lakinya tertembak di dada.

Dalam konteks yang sama, pasukan pendudukan Israel menewaskan tawanan Palestina Mufid Ikhlail dan melukai sejumlah warga selama konfrontasi di kota Beit Ummar, utara Al-Khalil, di Tepi Barat.

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan Ikhlaila (42), syahid karena luka kritis akibat peluru tajam di kepala.

Bulan Sabit Merah mengatakan dalam sebuah pernyataan pers lebih dari 11 pemuda terluka oleh peluru tajam, termasuk dua yang lukanya dianggap serius, selama konfrontasi di Beit Ummar.

Sumber-sumber lokal melaporkan pasukan pendudukan Israel menggerebek klinik tempat para korban luka dirawat.

Tentara Israel mendekati pengunjuk rasa Palestina dengan perisai anti huru hara selama bentrokan menyusul demonstrasi untuk mengecam
Tentara Israel mendekati pengunjuk rasa Palestina dengan perisai anti huru hara selama bentrokan menyusul demonstrasi untuk mengecam "pawai bendera" nasionalis tahunan melalui Yerusalem, di kota Hebron di Tepi Barat yang diduduki pada 29 Mei 2022. - Ribuan orang Israel memulai nasionalis tahunan "Pawai Bendera" melalui Yerusalem yang secara teratur memicu kemarahan Palestina, setahun setelah ketegangan di Kota Suci yang disengketakan meledak menjadi perang. Sekitar 3.000 polisi dikerahkan untuk acara yang menandai penaklukan Israel tahun 1967 atas Yerusalem timur, rumah kompleks masjid Al-Aqsa yang terletak di tempat yang dipuja orang Yahudi sebagai Temple Mount. (Photo by MOSAB SHAWER / AFP) (AFP/MOSAB SHAWER)

Sejak Senin (28/11/2022), pasukan pendudukan Israel (IOF) meluncurkan kampanye penggerebekan dan penangkapan massal di kota-kota yang diduduki di Tepi Barat.

IOF menahan Anas Majdi Ghazal (20) dari toko rotinya di Wadi al-Haramiya, selatan Al-Khalil, serta Ahmed Shiha dari kota Anata di Al-Quds, dan Ali Kazem Abdel Salam dan Ahmed Noman Abu Naim dari desa al-Mughayyir di Ramallah.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas