Tribun

Politik Global

Qatar Segera Terima Drone Tempur MQ-9 Predator dari Amerika

Pemerintah Presiden AS Joe Biden segera memasok drone tempur intai MQ-9 Predator ke Qatar yang memborong berbagai senjata dari AS.

Penulis: Setya Krisna Sumarga
zoom-in Qatar Segera Terima Drone Tempur MQ-9 Predator dari Amerika
US AIR FORCE / AFP
Sebuah gambar dirilis oleh Angkatan Udara AS 10 Agustus 2007 menunjukkan sebuah kendaraan udara tak berawak MQ-1B Predator Angkatan Udara sedang berpatroli dari Pangkalan Udara Balad, Irak. Predator menerbangkan misi intelijen, pengawasan dan pengintaian untuk operasi Enduring Freedom dan Irak Freedom. Pemberontak membunuh empat tentara Amerika lagi di Irak, tiga di antaranya dalam satu ledakan, kata militer AS dalam sebuah pernyataan yang diperoleh 14 Agustus 2007. 

TRIBUNNEWS.COM, DOHA - Pemerintahan Presiden AS Joe Biden telah menyetujui kesepakatan senjata yang telah lama tertunda dengan Qatar.

Washington akan segera mengirimkan sekutu Timur Tengah itu dengan kendaraan udara tak berawak (UAV) MQ-9 Predator senilai $1 miliar.

Departemen Luar Negeri AS mengumumkan lampu hijau untuk kesepakatan pada Rabu (30/11/2022) dini hari WIB.

Pengumuman bertepatan saat tim sepakbola AS dan Iran memulai paruh kedua pertandingan sepak bola Piala Dunia mereka di Doha.

Penjualan tersebut mencakup 10 sistem drone canggih, 200 pencegat drone, dan peralatan tempur terkait.

Baca juga: Turki Tuduh AS Gertak Arab Saudi atas Pemotongan Minyak OPEC+

Baca juga: OPEC+ Pangkas Produksi Minyak, Benarkah Kini Arab Saudi Lebih Memihak Rusia daripada AS?

Baca juga: Anggota OPEC Plus Sepakat Dukung Pengurangan Produksi Minyak di Tengah Ketegangan AS-Arab Saudi

Qatar merupakan sekutu terpenting AS di Timur Tengah. Pentagon mengoperasikan pangkalan militer terbesarnya di kawasan itu, mencakup operasi tempur di Timteng dan Afghanistan.

Qatar telah lama mengajukan permintaan untuk pembelian UAV, termasuk drone tempur MQ-9 Predator, pada 2020.

Tapi terus ditunda walaupun Qatar begitu banyak membantu militer AS. Qatar jadi lokasi transit dan penampungan ribuan pengungsi Afghanistan saat pasukan AS menarik diri dari negara itu.

Doha juga membantu meredakan kekacauan penarikan AS dari Afghanistan tahun lalu, tapi pembelian senjata itu belum juga ada perkembangan.

Pemerintahan Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani terus berjuang untuk mendapatkan jawaban yang jelas dari pemerintahan Biden tentang apa yang menghambat transaksi UAV.

Pentagon mendorong persetujuan penjualan, mengutip keandalan Qatar sebagai mitra tepercaya, tetapi pejabat Departemen Luar Negeri khawatir negara-negara lain di kawasan itu, termasuk Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, akan marah.

Menurut laporan media tahun lalu. Arab Saudi, UEA, Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan dengan Qatar pada 2017, menuduh negara itu mendukung kelompok teroris.

Qatar secara politik membuka diri bagi tokoh-tokoh Ikhwanul Muslimin yang mendorong Arab Spring dan mengkhawatirkan penguasa-penguasa kerajaan di jazirah Arab.

AS berselisih dengan Arab Saudi tahun ini, setelah Riyadh diduga mengingkari kesepakatan rahasia untuk meningkatkan pasokan minyak menjelang pemilihan kongres paruh waktu bulan ini.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas