Tribun

Biden dan Macron Makan Malam dengan Menu Ratusan Lobster, Picu Kemarahan Aktivis Lingkungan

Makan malam kenegaraan pertama Biden dan Macron dikritik oleh kelompok konservasi, karena menyajikan 200 lobster dari Maine.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Biden dan Macron Makan Malam dengan Menu Ratusan Lobster, Picu Kemarahan Aktivis Lingkungan
AFP/KEVIN LAMARQUE
Makan malam kenegaraan pertama Biden dan Macron dikritik oleh kelompok konservasi, karena menyajikan 200 lobster dari Maine. Foto Presiden AS Joe Biden berjabat tangan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron (Tengah) saat Kanselir Jerman Olaf Scholz terlihat selama sesi kerja pertama KTT para pemimpin G20 di Nusa Dua, di pulau resor Bali, Indonesia pada 15 November 2022. (Photo by KEVIN LAMARQUE / POOL / AFP) 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, MAINE - Makan malam kenegaraan biasanya memang selalu tentang 'konsumsi yang berlebihan'.

Namun pembelian 200 lobster Maine untuk makan malam kenegaraan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, tampaknya menjadi pukulan terakhir bagi Aktivis Lingkungan Amerika.

Makan malam kenegaraan pertama Biden yang menampilkan rekannya dari Prancis itu dikritik oleh kelompok konservasi, karena menyajikan 200 lobster dari Maine.

Perlu diketahui, industri lobster di negara bagian AS itu telah memicu kontroversi mengenai apakah peralatannya membahayakan spesies yang terancam punah, seperti paus sikat Atlantik Utara.

Baca juga: Jokowi Peragakan Cara Bersalaman dengan Joe Biden dan Xi Jinping di Hadapan Relawan, Tidak Menunduk

Aktivis memperingatkan bahwa populasi mamalia air ini mengalami penurunan.

Dikutip dari laman Sputnik News, Sabtu (3/12/2022), menurut perkiraan terbaru, jumlah cetacea ini telah menyusut menjadi hanya 340.

Belitan tali yang digunakan untuk menangkap lobster diyakini menjadi ancaman besar bagi paus satu ini.

Beberapa retailer negara itu, seperti Whole Foods bahkan berhenti menjual lobster dari Maine pada bulan lalu, dengan alasan standard keberlanjutan dan masalah lingkungan.

Di sisi lain, perwakilan dari industri lobster berpendapat bahwa hingga saat ini, tidak ada bukti langsung tentang tali yang membahayakan populasi paus.

Direktur Kampanye Oceana, sebuah kelompok advokasi konservasi laut, Gib Brogan mengatakan bahwa pengumuman lobster Maine akan masuk dalam menu makan malam kenegaraan 'sedikit mengejutkan'.

Sementara itu, keputusan Gedung Putih untuk menyajikan 200 lobster telah menginspirasi politisi Maine.

Seperti yang dilakukan Senator Susan Collins yang menegaskan bahwa 'jika lobster Maine cukup baik untuk disajikan di Gedung Putih, itu cukup baik pula untuk dijual oleh setiap pengecer (retailer) makanan laut, termasuk Whole Foods'.

Baca juga: Momen Presiden Perancis Emmanuel Macron Jalan Kaki dan Gendong Bayi Usai Gala Dinner G20 di GWK Bali

Maine merupakan pusat industri lobster senilai 4 miliar dolar AS yang mempekerjakan lebih dari 10.000 nelayan.

Upaya untuk mengaturnya dikritik oleh politisi Maine yang khawatir dengan risiko pengangguran di wilayah tersebut.

Anggota Kongres Jared Golden menuliskan cuitan bahwa sejak Biden 'memprioritaskan' pembelian 200 lobster untuk makan malam kenegaraan, ia harus meluangkan waktu untuk bertemu dengan para nelayan Maine, yang berisiko kehilangan pekerjaan.

Selama setahun terakhir, pemerintah AS berusaha memperketat regulasi di industri lobster.

Misalnya dengan meminta nelayan untuk menggunakan tali yang lebih lemah agar paus yang berpotensi terjerat bisa melepaskan diri.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas