Tribun

Virus Corona

Kepolisian China Gunakan Data Ponsel Lacak Pendemo di Tengah Aksi Protes Pembatasan Covid-19

Salah seorang pendemo mengatakan bahwa dirinya menerima panggilan telepon dari pihak kepolisian yang berhasil melacaknya melalui sinyal ponsel

Penulis: Mikael Dafit Adi Prasetyo
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Kepolisian China Gunakan Data Ponsel Lacak Pendemo di Tengah Aksi Protes Pembatasan Covid-19
NOEL CELIS / AFP
Para pengunjuk rasa berjalan di sepanjang jalan selama unjuk rasa untuk para korban kebakaran mematikan serta protes terhadap pembatasan Covid-19 China yang keras di Beijing pada 28 November 2022. Kebakaran mematikan pada 24 November 2022 di Urumqi, ibu kota barat laut Wilayah Xinjiang China, telah menjadi katalis baru kemarahan publik, banyak yang menyalahkan lockdown Covid karena menghambat upaya penyelamatan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING – Kepolisian China pada Jumat (2/12/2022) mengungkapkan pihaknya menggunakan data ponsel untuk melacak pengunjuk rasa yang berdemonstrasi menentang pembatasan Covid-19 yang sangat ketat dari pemerintah di Beijing.

Dikutip dari CNN, salah seorang pendemo mengatakan bahwa dirinya menerima panggilan telepon dari pihak kepolisian yang berhasil melacaknya melalui sinyal ponsel yang terekam di sekitar lokasi protes.

Menurut rekaman pembicaraan itu, pengunjuk rasa ditanya apakah mereka pergi ke Sungai Liangma pada Minggu (27/11/2022) malam. Ketika mereka menyangkal berada di sana, penelepon bertanya: "lalu mengapa nomor ponsel Anda muncul di sana?"

Pengunjuk rasa juga diharuskan untuk melapor ke kantor polisi untuk diinterogasi dan menandatangani catatan tertulis. Ketika mereka bertanya mengapa mereka harus menurut, penelepon mengatakan itu adalah “perintah dari Biro Keamanan Umum Kota Beijing,” menurut rekaman itu.

Baca juga: China Perketat Regulasi di Dunia Maya Menyusul Kemarahan Publik Terkait Kebijakan Nol-Covid

Lantas, beberapa demonstran mengambil tindakan pencegahan agar tidak dilacak atau diidentifikasi. Seorang pengunjuk rasa mengatakan bahwa dia mengubah teleponnya ke dalam mode pesawat terbang selama demonstrasi, dan dia pun hingga saat ini belum dihubungi oleh pihak kepolisian.

Sementara itu, seorang pengunjuk rasa yang ditangkap oleh pihak berwajib mengatakan bahwa mereka disuruh menyerahkan telepon dan kata sandi mereka kepada polisi sebagai "bukti".

Mereka khawatir pihak berwenang akan mengekspor data di ponsel mereka setelah disita oleh petugas, yang memberi tahu mereka bahwa mereka dapat mengambilnya seminggu kemudian.

Pengunjuk rasa lain juga mengatakan bahwa polisi mengembalikan ponsel mereka setelah dibebaskan, tetapi petugas telah menghapus album foto dan menghapus aplikasi media sosial WeChat.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas